UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Serangan Balik Ibu Tiri di Sukabumi Tersangka Penganiaya NS hingga Tewas, Cokot Ayah Kandung Korban

Dilaporkan Ibu Kandung

Sebelumnya, Anwar Satibi sudah dilaporkan mantan istrinya, atau ibu kandung korban ke Polres Sukabumi pada Selasa (24/2/2026). 

Lisnawati melaporkan mantan suaminya itu karena dianggap telah menelantarkan NS hingga sang bocah tewas mengenaskan.

Lisnawati menyebut ada ketidakberesan di balik peristiwa yang merenggut nyawa sang anak.

“Ada kejanggalan,” ucap Lisnawati singkat.

Lisna juga membongkar tabiat buruk sang mantan selama mereka masih membina rumah tangga.

Ia menyebut bahwa Anwar Satibi adalah sosok yang sangat temperamental dan kerap melakukan kekerasan fisik atau KDRT terhadap dirinya, bahkan saat ia sedang mengandung NS.

“Temperamental, sering dipukul sering jambak. Waktu dalam kandungan juga (dibilang) sudahlah kamu mendingan meninggal juga,” ungkap Lisnawati.

Tak sampai di situ, Lisnawati juga membeberkan perilaku Anwar yang diduga kerap berhubungan dengan wanita lain selama mereka masih menikah.

Kecurigaan itu muncul karena Anwar seringkali pulang ke rumah dengan tanda fisik yang mencurigakan di bagian leher.

“Dulu dia memang menikah sama orang lain. Saya tanya kalau pulang ke rumah banyak cupangnya (di leher),” pungkasnya.

Pengakuan soal tabiat buruk di masa lalu ini kini menjadi salah satu poin yang memperkuat alasan Lisnawati melaporkan Anwar Satibi ke pihak berwajib.

Bantahan Anwar Satibi

Ditemui terpisah, Anwar Satibi membantah telah menelantarkan anaknya.

Ia menilai langkah mantan istrinya yang melaporkan dirinya di tengah suasana duka sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

“Ya kalau menurut saya, mantan istri saya ini sepertinya otaknya enggak sehat ya. Dalam duka seperti ini, kalau dia datang dengan pengacaranya untuk menguak kasus (kematian) ini demi mencari keadilan, saya setuju,” kata Anwar saat ditemui di kediaman ayah angkatnya, haji Isep Dadang Sukmana di Kampung Pasirpulus, Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa malam.

Namun, Anwar menolak tuduhan bahwa dirinya telah menelantarkan NS semasa hidup. 

Menurut dia, ia memasukkan anaknya ke pondok pesantren adalah bukti tanggung jawabnya akan pendidikan sang anak.

“Kalau dia menuduh saya menelantarkan anak, enggak mungkin saya masukkan pondok, enggak mungkin saya sekolahkan,” ujar Anwar. 

 Anwar menjelaskan bahwa awalnya NS diantarkan sendiri oleh ibu kandung dan keluarganya ke yayasan tempat Anwar bekerja di wilayah Solokan Pari.

“Jadi saya enggak tahu, intinya anak saya datangnya ke sini saya tidak mengambilnya dari sana, tapi diantarkan sama dia ke Solokan Pari,” ucapnya. 

Seiring berjalannya waktu, Anwar mengenal TR (tersangka), ibu tiri korban. Saat itu, TR menaruh simpati yang besar kepada NS. Perhatian yang diberikan TR kepada NS itulah yang diakui Anwar menjadi salah satu alasannya menikahi TR.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.