BANDA ACEH – – Iran kembali menutup Selat Hormuz, Sabtu (18/4/2026), setelah dibuka sejak Jumat kemarin. Keputusan yang tiba-tiba ini mengganggu arus pelayaran di jalur perairan penting bagi transportasi energi dunia tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjelaskan keputusan untuk menutup kembali Selat Hormuz dipicu kebijakan AS yang masih memblokade kapal-kapal yang transit di pelabuhannya.
Komando militer gabungan IRGC menegaskan AS telah terus melakukan pembajakan serta pencurian maritim terhadap kapal-kapalnya.
“Karena alasan ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke keadaan semula, dan jalur perairan strategis sekarang berada di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata,” demikian isi pernyataan IRGC.
Disebutkan, Selat Hormuz akan tetap diblokade sampai AS memulihkan secara penuh kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang berlayar dari Iran ke tujuan mereka
Banda Aceh
08.00 WIB
26 °C
Berawan
Kota Langsa
08.00 WIB
25 °C
Berawan
Aceh Selatan
09.00 WIB
25 °C
Berawan
Aceh Tenggara
08.00 WIB
23 °C
Berawan
Bali
08.00 WITA
27 °C
Cerah
Banten
07.00 WIB
27 °C
Berawan
Bengkulu
07.00 WIB
24 °C
Hujan Ringan
DI Yogyakarta
08.00 WIB
28 °C
Berawan
Jakarta Pusat
08.00 WIB
27 °C
Berawan
Jambi
08.00 WIB
26 °C
Udara Kabur
Kalimantan Barat
08.00 WIB
26 °C
Berawan
Kalimantan Selatan
09.00 WITA
30 °C
Kabut/Asap
Kalimantan Timur
09.00 WITA
28 °C
Berawan
Kalimantan Utara
09.00 WITA
27 °C
Berawan
Kalimantan Tengah
08.00 WIB
27 °C
Udara Kabur
Lampung
08.00 WIB
26 °C
Berawan
Nusa Tenggara Barat
09.00 WITA
25 °C
Cerah
Palu
09.00 WITA
28 °C
Cerah
Pangkal Pinang
08.00 WIB
26 °C
Berawan
Riau
08.00 WIB
25 °C
Cerah Berawan
Sumatera Selatan
09.00 WIB
27 °C
Berawan
Sumatera Utara
08.00 WIB
25 °C
Berawan
Sumatera Barat
08.00 WIB
24 °C
Berawan
Kepulauan Bangka Belitung
07.00 WIB
25 °C
Berawan
Kepulauan Riau
07.00 WIB
25 °C
Berawan
Jawa Barat
08.00 WIB
23 °C
Berawan
Jawa Tengah
08.00 WIB
28 °C
Cerah Berawan
Jawa Timur
08.00 WIB
30 °C
Cerah
Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
Komentar Terbaru