BANDA ACEH — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Hal ini tampak dalam proses pembangunan Jembatan Aramco di Desa Uning Mas, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, yang terus dikebut oleh personel TNI dari Kodim 0119/Bener Meriah bersama masyarakat setempat, pasca terputus akibat banjir bandang pada akhir November 2025, Jumat (24/4/2026).
Kehadiran dan peran aktif jajaran TNI di lapangan menjadi wujud komitmen dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur vital di wilayah binaan. Keterlibatan prajurit bersama warga tidak hanya sebatas bantuan fisik, tetapi juga mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga.
Sinergi yang terjalin di lapangan menunjukkan tekad bersama dalam memulihkan akses penting yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat desa. Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas utama karena perannya yang vital bagi aktivitas warga sehari-hari.
PGS Danramil 04/Permata, Pelda Yulianto, mengatakan progres pembangunan Jembatan Aramco saat ini menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menegaskan percepatan pembangunan tidak terlepas dari kerja sama dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
“Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, percepatan pembangunan Jembatan Aramco di Desa Uning Mas sudah mulai terlihat. Saat ini proses pengerjaan terus kita kebut agar jembatan ini segera dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, mulai dari akses antar desa, distribusi hasil pertanian, mobilitas pelajar, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi warga.
“Jembatan Uning Mas merupakan akses vital bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami bersama warga terus berupaya maksimal agar dalam waktu dekat jembatan ini dapat difungsikan kembali,” tambahnya.
Selain pembangunan jembatan, TNI bersama masyarakat juga melakukan perbaikan jalan di sekitar lokasi dengan metode pengecoran untuk memastikan akses transportasi tetap lancar setelah jembatan selesai dibangun.
Upaya percepatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Mico, warga Desa Uning Mas, yang merasakan langsung manfaat kebersamaan tersebut.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong seperti ini, kami yakin jembatan ini akan segera selesai dan bisa digunakan kembali. Ini sangat membantu kami, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menilai kerja sama tersebut menjadi simbol kuat persatuan dan kepedulian dalam menghadapi kesulitan.






























































































