UPDATE

Salam.life
EKONOMIFINANSIAL

Determine the Level of Risk in Mutual Funds, Bagaimana Menghadapinya?

MagnificSetiap jenis investasi pasti memiliki unsur risiko, yang mana perlu diketahui investor di awal sebelum berinvestasi. Hal ini dikarenakan faktor risiko tersebut diperlukan untuk menyelaraskan tujuan dan profil risiko masing-masing.Pada pembahasan artikel kali ini, akan khusus dibahas terkait jenis-jenis risiko pada instrumen investasi reksadana. Pahami agar dapat Anda terapkan saat berinvestasi reksadana. Simak pembahasan berikut!

5 Risiko Umum dalam Investasi Reksadana

Memahami pengertian risiko investasi, hampir setiap investor sudah mengerti. Risiko investasi erat kaitannya dengan kondisi atau peluang investor untuk mengalami kerugian dalam aktivitas investasi yang dilakukan.Dengan kata lain, imbal hasil yang diharapkan dari investasi tidak selaras dengan ekspektasi investor. Karena besarnya risiko investasi berkaitan erat dengan imbal hasil yang didapatkan, begitu pula sebaliknya.

Lalu, apa saja faktor-faktor yang termasuk ke dalam risiko investasi reksadana? Simak poin di bawah ini:

  • Penurunan Nilai Investasi

Risiko penurunan nilai investasi sangat umum terjadi, terutama jika Anda berinvestasi pada instrumen reksadana. Faktor risiko penurunan nilai dikarenakan kondisi pasar, seperti inflasi, kebijakan suku bunga, kestabilan ekonomi-Politik dan sejenisnya.Penurunan nilai investasi reksadana artinya turunnya harga reksadana per unit NAB/UP karena perubahan harga aset di dalamnya. Risiko ini bersifat fluktuatif dan dapat terjadi kapan saja.

  • Suspensi & Likuiditas Saham

Jika Anda memiliki instrumen investasi Reksadana Saham, risiko umum yang harus diantisipasi adalah risiko suspensi dan likuiditas.Dalam dunia saham, terdapat istilah penghentian dagang sementara saham (suspensi). Faktor penyebabnya dapat bervariasi, seperti keterlambatan penyampaian informasi ke otoritas BEI, aktivitas perdagangan yang tidak wajar hingga masalah regulasi.

Risiko suspensi saham dapat menyebabkan portofolio pada Reksadana Saham menjadi tidak optimal. Hal ini karena Anda tidak akan dapat menjual atau membeli portofolio pada periode tertentu.

Risiko investasi reksadana berikutnya adalah wanprestasi atau cidera janji. Risiko ini muncul karena terdapat pihak yang tidak mampu memenuhi kewajiban yang terdapat di dalam kontrak.Pihak-pihak yang dimaksud bisa Manajer Investasi hingga bank kustodian tempat Anda memercayakan dana reksadana. Risiko wanprestasi dapat berpotensi menyebabkan hilangnya keseluruhan nilai investasi Anda.

Risiko gagal bayar umumnya dapat terjadi pada instrumen Reksadana Pendapatan Tetap, yang mana mayoritas portofolio merupakan efek bersifat utang.Risiko ini berkaitan dengan ketidakmampuan perusahaan penerbit surat utang untuk memenuhi kewajiban pembayaran kupon atau pokok. Faktor penyebabnya bervariasi, mulai dari kinerja perusahaan buruk hingga kondisi pailit.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.