Orang-orang yang mendengar angka ini langsung melongo seperti ikan lele melihat pesawat tempur parkir di kolam.
Yang membuat cerita semakin absurd adalah keberadaan Sony Sonjaya. Dulu beliau terkenal rajin mengingatkan masyarakat soal penipuan titik SPPG. Tampil gagah sebagai pemburu tikus. Berteriak tentang bahaya calo. Mengajak korban melapor.
Namun sekarang sang pemburu justru ikut masuk kandang. Ini seperti petugas pembasmi hama yang ternyata ketua asosiasi tikus nasional. Seperti nelayan yang sibuk menangkap lele liar, tetapi ketahuan tidur di dasar kolam bersama lele-lele jumbo sambil menghitung uang.
Kini Dadan, Sony, dan Lodewyk ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.
Rakyat tentu berharap penyidikan terus berlanjut. Karena kalau yang sudah terlihat saja berupa motor listrik 21.801 unit, sepatu 32 ribu pasang, tablet 31 ribuan unit, dan televisi 75 inci sebanyak 5.400 unit, publik mulai curiga selama ini mereka bukan sedang mengelola program makan bergizi.
Gimana, wak? Muak ndak dengan kelakuan mereka. Mungkin inilah jawaban dari doa ribuan ibu yang anaknya menjadi bagian dari 33.626 pelajar di 31 provinsi yang keracunan MBG.
Mereka tidak meminta pejabat dipenjara, mereka hanya meminta keadilan untuk anak-anak yang muntah, lemas, dan masuk rumah sakit setelah menyantap makanan yang katanya bergizi.
Tapi kadang doa orang kecil punya cara sendiri menemukan alamatnya. Jika benar praktik haram itu terjadi, mungkin tangisan para ibu itulah yang akhirnya menembus tembok kantor, ruang rapat, dan meja kekuasaan.
(Ketua Satupena Kalbar)


















































































































Komentar Terbaru