UPDATE

NASIONAL

Manuver Dedi Mulyadi Menuju 2029 dan Risiko Loyalis Semu di Gerindra

BANDA ACEH  – Langkah Politik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dinilai menyimpan agenda terselubung menjelang Pemilihan Presiden 2029. 

Pengamat Politik dan Hukum, Muslim Arbi, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra agar tidak terkecoh oleh loyalitas panggung Dedi yang berpotensi menyembunyikan strategi pembentukan poros tandingan.

Muslim menyebut Dedi tidak sepenuhnya tegak lurus pada Prabowo. Sebaliknya, KDM disinyalir lebih cenderung berkiblat ke lingkaran politik Solo yakni kelompok Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengamankan panggung politik nasionalnya kelak.

“Prabowo perlu mewaspadai manuver KDM. Jangan sampai dukungan yang terlihat sekarang hanyalah kedok untuk membangun basis kekuatan pribadi demi kepentingan 2029,” tegas Muslim, Rabu (27/10/2026).

Sikap Dedi yang selalu mengelak ketika ditanya soal Pilpres dan memilih berdalih “fokus mengurus Jawa Barat” dinilai sebagai taktik klasik. Muslim membaca gestur ini identik dengan strategi komunikasi politik Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta sebelum melenggang ke Pilpres 2014.

Narasi keberpihakan pada rakyat dan liputan lapangan yang intensif dipakai untuk memupuk modal elektoral tanpa memicu kecurigaan awal dari partai pendukung. Kedudukan Dedi di Jawa Barat lumbung suara terbesar nasional ditambah wacana kolaborasi dengan Gibran, berpotensi melahirkan kekuatan politik independen yang lepas dari kendali Gerindra.

Rekam jejak Dedi yang menyeberang dari Golkar ke Gerindra mempertegas profilnya sebagai politisi pragmatis. Menurut Muslim, pendorong utama Dedi adalah kalkulasi kekuasaan dan peluang jabatan, bukan ideologi partai.

Gerindra harus cermat membedakan antara kader yang benar-benar memperjuangkan agenda partai dengan figur yang hanya memanfaatkan panggung Gerindra sebagai alat lompatan politik. Popularitas tinggi tanpa ikatan organisasi yang kuat akan membentuk kekuatan mandiri yang siap bertabrakan dengan kepentingan Gerindra jika perselisihan agenda terjadi pada 2029.

Sikap Tegas Gerindra 

Isu ini menggarisbawahi bahwa pertempuran menuju 2029 telah dimulai dari dalam lingkaran pemerintahan sendiri. Prabowo dan jajaran pimpinan Gerindra dituntut membaca pergerakan ini secara realistis, bukan sekadar memegang janji manis di depan publik.

Penguatan disiplin kader dan evaluasi loyalitas secara berkala menjadi syarat mutlak jika Gerindra tidak ingin disalip oleh kadernya sendiri di tikungan 2029

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.