UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Riset Palsu, Berapa Gaji Peneliti Independen seperti Prihantini dan Rifaldy Fajar?

Kebijakan tersebut menjadi komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi dan meningkatkan dukungan dan apresiasi bagi dosen yang berikprah dalm riset dan pengembangan.

Melansir dari British Council, peneliti independen dapat memperoleh dana perjalanan (travel grant) untuk menghadiri konferensi, workshop, atau kolaborasi riset internasional. 

Travel grant sendri bukan gaji, tetapi dapat menanggung tiket, akomodasi, dan biaya kegiatan ilmiah yang nilainya cukup besar.

Selain itu, travel grant juga diberikan untuk mereka bisa menghadiri konferensi yang tak dapat dijangkau oleh semua orang kecuali para pengajar senior yang lebih baik.

Lalu bagaimana cara mendapatkan travel grant melalui penelitian? Berikut informasinya.

3 Kelompok Berhak Menerima Travel Grant

Mengutip dari International Studies Association (ISA), program ini dirancang untuk memberikan bantuan kepada kelompok akademis yang menghadapi keterbatasan akses finansial.

Adapun 3 kelompok utama yang menjadi sasaran dalam program travel grant di antaranya:

1. Peneliti muda atau junior scholars yang baru memulai karier akademik dan belum memiliki dukungan finansial yang memadai untuk menghadiri forum internasional

2. Mahasiswa pascasarjana atau mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi dan aktif mempresentasikan hasil riset mereka di forum ilmiah

3. Akademis dari negara-negara berpenghasilan rendah yang secara struktural memiliki keterbatasan dalam meembiayai perjalanan ke konferensi internasional.

Syarat Menerima Travel Grant

Melansir dari The Geological Society of America (GSA), setiap program travel grant memiliki ketentuan yang berbeda sesuai kebijakan penyelenggara konferensi maupun lembaga pemberi dana. 

Meski demikian, terdapat sejumlah persyaratan umum yang biasanya harus dipenuhi oleh para pelamar di antaranya:

  • Berstatus sebagai mahasiswa aktif jenjang sarjana atau pascasarjana di institusi pendidikan yang diakui.
  • Menjadi anggota organisasi atau asosiasi ilmiah yang menyelenggarakan program travel grant.
  • Memiliki rencana untuk mempresentasikan hasil penelitian secara langsung dalam konferensi yang dituju.
  • Tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi berperan sebagai pemakalah atau presenter dalam kegiatan ilmiah tersebut.
  • Memenuhi persyaratan khusus yang ditetapkan oleh masing-masing penyelenggara program travel grant.
image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.