UPDATE

NASIONAL

Mengungkap Pengepungan Berdarah Kampung Narkoba di Katingan, Tiga Polisi Tewas

Mengapa sebuah operasi hukum dapat berubah menjadi perlawanan massal? Apakah narkoba hanya menjual barang haram, atau telah membeli loyalitas sebuah komunitas?

Di sinilah ironi yang menampar nurani. Ketika aparat datang membawa hukum, justru disambut senjata tajam dan amarah. Seolah ada tembok tak kasatmata melindungi bisnis haram itu. 

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Ikatan keluarga, solidaritas kampung, dan kepentingan tertentu tampak bertabrakan dengan kewajiban negara menegakkan hukum. Yang dipertaruhkan bukan lagi sekadar satu tersangka, melainkan kewibawaan negara itu sendiri.

Bupati Katingan telah mengajak seluruh elemen masyarakat memerangi narkoba. Seruan itu patut didukung. Tetapi tragedi ini menyampaikan pesan yang lebih keras dari pidato mana pun. Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap bandar. 

Negara harus mampu merebut kembali kepercayaan masyarakat yang telah lama diracuni, bukan hanya oleh sabu, tetapi juga oleh rasa takut, ketergantungan, dan loyalitas yang keliru.

Sungai Katingan kini kembali tenang. Namun, di balik riaknya, tersimpan pertanyaan yang terus menghantui, berapa banyak lagi nyawa harus menjadi korban sebelum “kampung narkoba” benar-benar berhenti menjadi medan perang bagi mereka yang berusaha menegakkan hukum?

Ketua Satupena Kalbar

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.