UPDATE

NASIONAL

Mantan Anggota BIN Ungkap Pelaku Bayaran dan Manuver di Balik Aksi Rusuh 27 Agustus 2026

“Ini menjadi tanda tanya buat saya. Kenapa dibiarkan melaksanakan aksi demo yang diduga akan dimanfaatkan oleh banyak pihak?” katanya.

Lebih jauh, mantan anggota BIN itu mempertanyakan sistem penyampaian informasi intelijen kepada Presiden Prabowo Subianto.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Ia menyinggung posisi Kepala BIN Muhammad Herindra yang menurutnya dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo. Sri Radjasa juga menyinggung jajaran intelijen TNI yang, menurut pandangannya, seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan informasi dan peringatan dini mengenai potensi perkembangan situasi.

Sri Radjasa mempertanyakan bagaimana lembaga-lembaga intelijen tersebut tidak mampu memberikan informasi yang cukup kepada kepala negara apabila memang terdapat indikasi potensi gangguan keamanan.

“Bagaimana mungkin dua lembaga sama sekali tidak bisa memberikan warning yang cukup untuk Presiden?” ujarnya.

Menurut dia, kemungkinan terdapat mekanisme penyaringan informasi yang terlalu ketat sehingga informasi penting tidak sampai kepada Presiden.

“Ada filter yang menyaring begitu ketatnya sehingga ini pun tidak tersampaikan,” katanya.

Sri Radjasa mengaku dapat merasakan adanya dinamika tertentu di lingkungan intelijen. Ia menyebut dirinya masih kerap berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang berada di lingkungan tersebut.

“Saya bisa merasakan situasi itu di kalangan intelijen karena saya sering berkomunikasi dengan mereka,” ujarnya.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.