UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Mengapa Musim Hujan di Indonesia Tidak Turun Merata?

Sebagian besar wilayah Indonesia menerima curah hujan lebat sepanjang tahun, dengan jumlah terbesar terjadi pada Desember hingga Maret. Namun, dari Jawa Tengah ke arah timur hingga wilayah yang berdekatan dengan Australia, musim kering umumnya berlangsung pada Juni hingga Oktober. Pulau Timor dan Sumba, misalnya, menerima curah hujan yang relatif sedikit selama periode tersebut.

Curah hujan tertinggi terjadi di daerah pegunungan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua Barat. Total curah hujan tahunan di wilayah tersebut dapat mencapai lebih dari 120 inci atau sekitar 3.000 milimeter.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Wilayah nonpegunungan di Kalimantan, Sumatera, Papua Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta sebagian besar Sulawesi dan Maluku rata-rata menerima sedikitnya 80 inci atau sekitar 2.000 milimeter curah hujan per tahun.

Sementara itu, wilayah Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah umumnya menerima 60–80 inci atau sekitar 1.500–2.000 milimeter curah hujan per tahun. Adapun Kepulauan Sunda Kecil yang paling dekat dengan Australia hanya menerima sekitar 40–60 inci atau 1.000–1.500 milimeter curah hujan per tahun.

Variasi musiman curah hujan tersebut disebabkan oleh pergerakan angin monsun Asia dan konvergensi massa udara tropis dari utara dan selatan khatulistiwa.

Pola monsun di sejumlah wilayah kepulauan juga bergantung pada posisi wilayah tersebut, apakah berada di utara atau selatan khatulistiwa. Selain itu, kedekatannya dengan Australia atau daratan Asia turut memengaruhi pola cuaca.

Pada Desember hingga Februari, angin monsun barat dari daratan Asia membawa hujan lebat ke Sumatera Selatan, Jawa, dan Kepulauan Sunda Kecil. Pola angin tersebut juga dikenal sebagai monsun Asia.

Sementara itu, angin monsun timur atau monsun Australia bertiup dari arah timur menuju barat dan berlangsung saat musim kemarau. Angin tersebut bergerak dari benua Australia yang bertekanan tinggi menuju benua Asia yang bertekanan rendah dan membawa udara yang relatif kering.

Ketika monsun timur melintasi khatulistiwa, angin mengalami peningkatan kelembapan dan dapat menjadi sumber hujan. Sumatera dan Kalimantan yang berada dekat dengan khatulistiwa dan jauh dari Australia tidak memiliki musim kering yang tegas, meskipun curah hujan cenderung sedikit lebih rendah pada Juli dan Agustus.

Wilayah Barat Indonesia Lebih Dulu Hujan

Dengan melihat kondisi geografis dan pola angin monsun tersebut, wilayah barat Indonesia, seperti Sumatera dan Kalimantan, cenderung tidak mengalami musim kering yang panjang.

Wilayah bagian barat Indonesia juga cenderung mendapatkan curah hujan lebih awal dibandingkan wilayah timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Hujan ekstrem di wilayah timur dapat terjadi pada kondisi atmosfer tertentu.

1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.