BPK menyatakan menghormati proses hukum dan akan memproses pelanggaran melalui Majelis Kehormatan Kode Etik. Bagus! Namun, kalau penjaga gawang ikut menjual bola, siapa mengawasi pertandingan?
Rakyat tidak butuh billboard WTP setinggi Monas. Rakyat butuh jalan tidak hancur sebelum cicilan proyek lunas, bangunan tidak retak sebelum gunting pita disimpan, dan auditor tidak menjadikan kebenaran sebagai barang obral.
Jika terbukti bersalah, hukum seberat-beratnya sesuai aturan dan rampas aset hasil kejahatan melalui mekanisme hukum. Sebab, WTP jangan sampai berubah menjadi Wajar Temuan Pindah! Jalan berlubang bisa ditambal. Namun, lubang kepercayaan rakyat akibat pengkhianatan jauh lebih sulit diperbaiki.
“Spesies endemik, tikus got gorong-gorong memang tak ada matinya. Kalau auditor minta jatah preman, negeri ini semakin layak digelari surganya koruptor. Yang suka pasang billboard atau iklan WTP, patut dicurigai, ia telah menyogok BPK, Bang.”
“Ya, kita bisanya hanya curiga. BPK juga sudah hafal cara main KPK. Satu tertangkap, yang lain melatih jurus agar lebih sakti lagi. Bagus seruput Koptagul lagi, wak!” Ups
(Mantan wartawan)































































































Beri Komentar