2. Memberikan Rasa Aman Pada Konsumen
Umat muslim memang jadi konsumen utama yang mencari label halal di semua produk makanan. Tapi, ada banyak konsumen lain yang juga bisa diuntungkan dari label ini. Misalnya, konsumen yang sedang menjalankan diet tertentu seperti vegetarian atau bahkan vegan. Karena memiliki peraturan yang cukup ketat tentang apa saja yang bisa dimakan, label halal membantu konsumen dalam memilih. Status halal pada produk berarti tidak ada campuran dari bahan-bahan hewani yang biasanya ada di produk serupa.
Produk yang berhasil meyakinkan konsumen bisa dipastikan akan dipilih kembali pada pembelian berikutnya. Adanya label halal juga bisa membuat konsumen lebih mudah dalam merekomendasikan produk tersebut kepada teman dan keluarga.
Salah satu cara promosi yang paling efektif adalah lewat rekomendasi rekan atau dari mulut ke mulut. Dengan ini, produsen dan pemilik usaha yang sudah memiliki label halal bisa mempercayakan konsumen untuk melakukan promosi.
3. Memperluas Pasar
Di tahun 2026, nilai pasar halal sudah mencapai 944 milyar US Dollar, dan diperkirakan nilai pasar akan mencapai 1.3 triliun USD di tahun 2034. Tentunya, para produsen tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut ambil dalam pasar yang cukup menjanjikan ini. Sebagian besar konsumen produk halal berasal dari kawasan Asia Pasifik sebera 40% dari keseluruhan pasar. Tingkat permohonan yang terus naik ini juga bisa dilihat dari banyaknya konsumen yang terus mendesak berbagai supermarket untuk menyediakan lorong khusus makanan halal.
Hampir 59% dari produk halal diedarkan melalui supermarket. Di banyak negara Eropa dan Amerika Latin, sudah ada toko khusus yang memiliki lorong khusus makanan halal. Jepang dan Cina mencakup hampir 30% pasar halal untuk kawasan Asia, dan sudah melakukan banyak cara melalui sertifikasi dan juga mengimpor produk halal untuk memenuhi permintaan dalam negeri.
Pasar halal dunia yang terus berkembang jadi kesempatan emas bagi semua usaha yang bergerak di bidang makanan halal. Baik dengan cara menjadi eksportir atau membuka cabang usaha yang bergerak khusus di bidang restoran halal.
4. Memperkuat Nama Brand
Semua perusahaan ingin memiliki satu atau beberapa produk yang jadi top-of-mind para konsumen. Misalnya, restoran ayam penyet yang populer karena varian sambal yang dimiliki, sehingga nama sambal yang mirip akan disebut dengan nama restoran. Atau toko kue yang menjual kue khas daerah tertentu, sehingga namanya akan terus dikaitkan dengan kue tersebut. Dampak positif yang diharapkan bukan hanya jadi top-of-mind, tapi juga memudahkan konsumen dalam memilih hingga akhirnya nama restoran jadi lebih mudah dikenal dan diingat. Walaupun sudah ada cukup banyak produk serupa dengan harga yang tidak jauh berbeda, logo halal jadi nilai tambah sendiri bagi para konsumen.































































































Beri Komentar