BANDA ACEH – Pemerintah DKI Jakarta sedang melakukan efisiensi anggaran menjelang pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno pada 6 Februari 2025 mendatang.
Tidak hanya memangkas uang konsumsi rapat yang dialokasikan Rp 700 miliar, tetapi juga mengefisiensi anggaran perjalanan dinas.
“Kalau perjalanan dinas alokasi yang saat ini ada Rp 350 miliar, berarti kalau penghematan 50 persen bisa diefisienkan kurang lebih Rp 175 miliar,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata, Minggu (26/1/2025).
Michael mengatakan, Pemprov DKI sudah memproses secara verbal Instruksi Gubernur tentang efisiensi dan penyesuaian belanja tahun anggaran 2025.
Hal ini sebagai tindak lanjut atas terbitnya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
“Direncanakan Ingub (Instruksi Gubernur) ini akan diterbitkan hari Kamis (30/1/2025) atau Jumat (31/1/2025) depan,” tutur Michael.
Menurutnya, BPKD juga telah menginformasikan hal ini kepada para pucuk satuan perangkat kerja daerah (SKPD).
Dia meminta kepada para SKPD untuk menindaklanjuti instruksi dari pemerintah pusat tersebut.
“Untuk (anggaran) yang lainnya masih disisir dan diidentifikasi oleh seluruh SKPD/UKPD di Pemprov DKI Jakarta,” imbuhnya.
Michael menjelaskan, efisiensi atas anggaran belanja yang dilakukan meliputi belanja perjalanan dinas dengan sebesar 50 persen.
Kemudian selektif dalam melaksanakan belanja untuk kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, pencetakan, publikasi dan seminar/focus group discussion (FGD).
“Selektif dalam melaksanakan belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output yang terukur pada belanja operasi seperti belanja sewa hotel, belanja sewa mobil, belanja operasional kantor, belanja pemeliharaan, dan belanja modal pengadaan peralatan dan mesin,” jelasnya.
Kemudian efisiensi belanja makanan dan minuman aktivitas lapangan, belanja makanan dan minuman jamuan tamu dan belanja makanan dan minuman rapat masing-masing sebesar 50.
Lalu lebih selektif dalam memberikan hibah langsung baik dalam bentuk barang, uang, maupun jasa kepada Kementerian/Lembaga.
“(Terakhir) akan melakukan penyesuaian belanja APBD Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari dana transfer ke daerah,” pungkas Michael.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta akan memangkas anggaran konsumsi rapat sekitar Rp 700 miliar jelang pelantikan Pramono Anung-Rano Karno (Doel), yang diagendakan pada 6 Februari 2025 mendatang.































































































Beri Komentar