UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Konflik AS-Israel vs Iran Meluas, Seberapa Dekat Dunia ke Perang Dunia III?

BANDA ACEH  — Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terus memanas memicu kekhawatiran global: apakah konflik ini bisa berkembang menjadi Perang Dunia III?

Meski saat ini masih tergolong konflik regional, sejarah menunjukkan perang besar sering kali berawal dari eskalasi kecil yang tidak terkendali—dipicu kesalahan perhitungan, aliansi, dan keputusan Politik para pemimpin.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Konflik di Timur Tengah kini tak hanya berdampak pada satu negara, tetapi turut menyeret kawasan luas, mulai dari Arab Saudi, Irak, hingga Qatar dan Lebanon.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik regional dapat berkembang menjadi perang berskala global.

Kapan Konflik Disebut Perang Dunia?

Sejarawan dari University of Oxford, Margaret MacMillan, menjelaskan bahwa perang dunia biasanya tidak direncanakan secara matang.

Sebaliknya, konflik besar sering kali dipicu oleh kesalahan kecil yang berujung eskalasi besar, seperti dalam Perang Dunia I.

Peristiwa pembunuhan Franz Ferdinand menjadi pemicu awal yang kemudian menyeret berbagai negara melalui aliansi militer.

“Khalayak cenderung berpikir bahwa perang direncanakan dengan sangat hati-hati dan bahwa mereka yang berperang tahu persis apa yang mereka lakukan,” kata Margaret MacMillan, profesor emeritus di bidang sejarah internasional di Universitas Oxford, Inggris.

“Faktanya, jika Anda melihat perang-perang di masa lalu, seperti Perang Dunia Pertama, hal yang akhirnya menjadi pemicu adalah kecelakaan dan ada juga fakta orang-orang salah menilai lawan mereka,” ujar MacMillan.

“Bayangkan saja situasinya seperti perkelahian di halaman sekolah,” ujarnya.

Artinya, bukan satu kejadian besar yang memicu perang dunia, melainkan efek domino dari keputusan politik dan keterlibatan banyak kekuatan besar.

Pembunuhan keponakan Kaisar Austria-Hongaria Franz Joseph, Franz Ferdinand, kata MacMillan, merupakan pemicu rangkaian peristiwa yang menyebabkan Perang Dunia Pertama pada tahun 1914.

Dalam beberapa minggu setelah kematian Ferdinand, sekelompok aliansi menyeret Eropa ke dalam konflik.

Austria-Hongaria bergerak melawan Serbia, Jerman mendukung Austria, Rusia memobilisasi dukungan untuk Serbia, Prancis mendukung Rusia, dan UK, atas nama kehormatan dan pertimbangan strategi, juga ikut serta dalam perang itu.

Potensi Eskalasi dari Timur Tengah

MacMillan menilai Iran berpotensi menjadi titik eskalasi, terutama jika konflik meluas ke jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Keterlibatan Amerika Serikat juga dinilai meningkatkan risiko konflik menjadi lebih luas.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.