UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Robohnya Dua Pilar Utama “Solo” di Istana, Edy Mulyadi Soroti Manuver Politik Prabowo

BANDA ACEH  — Pergantian sejumlah pejabat strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) dinilai wartawan senior Edy Mulyadi membawa pesan Politik yang kuat. Salah satu sorotan utamanya adalah bergesernya dua figur yang selama ini disebut memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dua figur tersebut adalah Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat Kapolri dan Pratikno yang sebelumnya menduduki posisi strategis di lingkungan Istana. Edy menyebut keduanya sebagai dua pilar utama yang selama ini menjadi simbol kuatnya pengaruh “Solo” di lingkar pemerintahan.

Dalam analisanya, Edy menilai pergantian tersebut bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan bagian dari perubahan konfigurasi kekuasaan setelah Prabowo memimpin pemerintahan baru.

“Bagi publik awam, ini mungkin terlihat sebagai pergantian pejabat biasa. Namun bagi pemerhati politik, perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran jalur pengaruh di pusat kekuasaan,” ujar Edy, Jumat (2/10/2026).

Edy mengaitkan istilah “Solo” dengan jaringan politik yang berkembang dari era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, mengingat sejumlah figur penting dalam pemerintahan sebelumnya memiliki rekam jejak kedekatan dengan Kota Surakarta.

Menurut Edy, Listyo Sigit merupakan salah satu figur yang sering dikaitkan dengan lingkar tersebut karena pernah menjabat Kapolresta Surakarta dan menjadi ajudan Presiden Joko Widodo.

Sementara Pratikno, kata Edy, dikenal sebagai salah satu figur penting dalam operasional pemerintahan era Jokowi selama satu dekade.

Dengan bergesernya kedua figur tersebut, Edy menilai terdapat perubahan besar dalam peta kekuatan politik di lingkungan Istana.

“Ketika dua figur utama itu bergeser, maka publik membaca ada perubahan keseimbangan kekuasaan. Apakah ini berarti berakhirnya pengaruh Solo? Itu akan terlihat dari perkembangan politik selanjutnya,” kata Edy.

Listyo Sigit Dipindah ke KSP

Presiden Prabowo menunjuk Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah menggantikan posisinya sebagai Kapolri dengan Komjen Suyudi Ario Seto.

Edy menilai keputusan tersebut merupakan langkah yang tetap menjaga stabilitas, tetapi sekaligus mengubah posisi strategis Listyo Sigit

Menurutnya, jabatan Kapolri memiliki kewenangan langsung terhadap institusi kepolisian, sementara KSP memiliki fungsi koordinasi kebijakan di lingkungan Istana.

“Tongkat komando kepolisian berpindah tangan. Sementara Listyo Sigit tetap berada dalam lingkar pemerintahan melalui posisi KSP,” ujarnya.

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.