BANDA ACEH – Nama pengusaha Garibaldi Thohir alias Boy Thohir kembali menjadi sorotan seiring penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dugaan korupsi perpajakan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Perusahaan tambang yang terkait dengan Adaro, kelompok usaha yang dipimpin Boy Thohir, ikut menjadi perhatian dalam pengusutan perkara tersebut.
KPK menggeledah delapan lokasi di Banjarmasin dan Banjarbaru pada 26–28 Agustus 2026. Penggeledahan menyasar rumah dan kantor pihak swasta. Penyidik menyita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara untuk mendalami konstruksi kasus dan menguji keterlibatan pihak-pihak yang mengetahui transaksi terkait.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dokumen yang ditemukan akan dianalisis dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang dinilai mengetahui substansi perkara. KPK juga menegaskan bahwa setiap fakta dan alat bukti harus memiliki keterkaitan yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Perkembangan ini menjadi penting karena penyidikan tersebut bersinggungan dengan perusahaan sektor pertambangan. Pada 2 September 2026 bahwa KPK mengonfirmasi salah satu dari delapan lokasi penggeledahan merupakan perusahaan pertambangan. Namun, keterangan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan pribadi Boy Thohir dalam tindak pidana yang sedang disidik.
Sebelum penggeledahan, KPK telah memeriksa mantan Kepala Divisi Pajak PT Adaro Energy Tbk, Jul Seventa Tarigan, pada 19 Agustus 2026.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami dugaan pemberian kepada pemeriksa pajak. Informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci bentuk pemberian, nilai transaksi, ataupun pihak yang diduga menerima dan memberikan uang tersebut.
KPK juga belum menjelaskan apakah seluruh lokasi yang digeledah memiliki hubungan langsung dengan Jul Seventa Tarigan. Karena itu, pemeriksaan mantan petinggi pajak perusahaan dan penggeledahan sejumlah lokasi harus dipahami sebagai bagian dari proses pengumpulan bukti, bukan sebagai bukti final kesalahan seseorang.
Meski demikian, pemeriksaan tersebut menempatkan aktivitas perpajakan perusahaan sebagai salah satu aspek penting yang perlu ditelusuri. Penyidik perlu mengungkap apakah terdapat transaksi yang menyimpang, siapa saja yang terlibat, dan apakah ada keuntungan yang diperoleh melalui dugaan praktik korupsi.
Dugaan Pengalihan Laba US$125 Juta
Sorotan terhadap Adaro bukan perkara baru. Pada Juli 2019, organisasi investigasi internasional Global Witness menerbitkan laporan mengenai dugaan pengalihan keuntungan Adaro melalui jaringan perusahaan luar negeri.































































































Beri Komentar