BANDA ACEH — Antrean panjang kendaraan mengular hingga mencapai 3 kilometer terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bali. Lonjakan antrean pemicu kelangkaan pasokan BBM tersebut memicu kepanikan warga hingga memicu insiden seorang pengantri pingsan di lokasi akibat terlalu lama mengantre di tengah cuaca panas.
Aparat kepolisian dari polda setempat dan jajaran polsek diturunkan ke lokasi untuk mengamankan situasi, mengurai kemacetan lalu lintas, serta langsung mengevakuasi warga yang pingsan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Di beberapa titik, seperti di SPBU Darmasaba, pasokan bahan bakar jenis Pertalite dan Pertamax dilaporkan telah habis total sejak pagi hari. Warga yang mengantre sejak subuh terpaksa gigit jari dan diarahkan petugas ke lokasi SPBU alternatif yang masih memiliki stok sisa.
Petugas kepolisian mengimbau warga untuk tetap tertib dan tidak memaksakan diri mengantre jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Pihak Pertamina mengonfirmasi adanya keterlambatan distribusi yang memicu kelangkaan sementara di sejumlah SPBU kawasan Denpasar dan Badung. Gangguan distribusi disebabkan oleh masalah teknis pada jangkar kapal tanker yang mengangkut kargo BBM saat hendak berlabuh di Depo Manggis. Kendala tersebut menggeser jadwal pembongkaran BBM yang semula direncanakan pagi hari menjadi malam hari.
Pihak terkait memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan ketersediaan stok BBM jenis Pertalite maupun Pertamax di wilayah Bali sebenarnya dalam kondisi aman hingga dua minggu ke depan.
Untuk mempercepat pemulihan pasokan, Depo Manggis serta SPBU di wilayah terdampak dioperasikan selama 24 jam penuh. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan































































































Beri Komentar