UPDATE

Salam.life
ISLAM
ISLAM

Nilai Ibadah Puasa Dilihat Pada Akhir

KOTA JANTHO – Mari kita mulai bicara dari bagian akhir. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya,” kata Ustad Fauzi Saleh saat memberikan tausiyah di Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjong Seulamat, Kec. Darussalam, Aceh Besar beberapa waktu lalu.

Maksud penutup di sini adalah bagian akhir. Jadi suatu amalan tidak dapat dilihat dari awalnya. Sebab adakalanya pada awal sangat bagus namun akhirnya su-ul khatimah (berakhir dengan kerugian).

Mari kita lihat bahwa yang akhir itu baik, hari dalam sepekan diakhir dengan hari Jumat. Hari Jumat merupakan penghulu hari (sayyidul aiyam). Mulianya hari Jumat, pada hari itu Nabi Adam As diciptakan, pada hari itu Adam dimasukkan dalam syurga, dan pada Jumat pula hari kiamat terjadi.

Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam “Sebaik-baik hari yang pada hari itu mata hari terbit adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan. Pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Waktu terbaik dalam sehari pun adalah waktu Ashar, pada saat itu amalan manusia dinaikkan ke langit. Sehingga pelaksanaan shalat ashar menjadi sangat penting. Itulah saat terbaik pada akhir hari.

Lalu bulan terbaik juga bulan pada akhir tahun, ramadhan adalah bulan akhir dalam setahun. Maka bulan ramadhan memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam adalah nabi dan rasul yang terakhir dengan umat akhir zaman. Muhammad adalah sayyidul ambiya, penghulu semua nabi dan rasul.

Namun istri yang terbaik justru adalah yang pertama, bukan yang berikut-berikutnya. Jadi ini beda dengan akhir yang terbaik yang sudah dijelaskan diatas.

Sehingga apa yang dikatakan oleh rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat tepat, banyak orang yang berpuasa namun mereka tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga. Apa sebabnya? Karena mereka gagal menjalankan dan menjaga puasa mereka sampai akhir waktu atau akhir ramadhan.

“Banyak orang yang puasa, mereka tidak mendapatkan apa-apa melainkan hanya rasa lapar dan haus.” (HR Bukhari).

Sehingga rasulullah dan keluarganya ketika memasuki 10 hari akhir ramadhan lebih memfokuskan diri pada beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’aala. Beliau mengajak para sahabatnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Maka hendaklah kita semua untuk menghidupkan malam-malam ramadhan dengan mengencangkan ikat pinggang dalam meningkatkan amalan.

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.