Haram (dilarang) untuk mengambil bagian dalam praktik seperti itu, bahkan jika mungkin ada beberapa elemen yang tampaknya baik atau tidak berbahaya di dalamnya, seperti yang dikutip dari laman Islam Web.
Bersamaan dengan hadits dari Bulugh al-Maram yang secara konsisten dikutip di forum-forum Islam tentang Halloween, “Barang siapa meniru orang (dalam tindakannya) dianggap salah satu dari mereka,” sehingga mendukung argumen bahwa mereka yang mengambil bagian dalam perayaan Halloween adalah bagian dari agama pagan.
Halloween Tidak Mencerminkan Karakter Muslim yang Baik
Perayaan Halloween berisi ajaran dan hal-hal yang memiliki kecenderungan masuk dalam dunia kegelapan seperti darah palsu, kerangka dan karakter iblis yang bukan bagian dari pembangunan karakter seorang Muslim yang sehat.
Hal tersebut merupakan simbol kejahatan dan beberapa bahkan merupakan representasi dari setan. Maka dari itu, melakukan ini bahkan di luar Halloween tidak sesuai dengan karakteristik seorang Muslim.
Dalil tentang Larangan Memperingati Halloween
1. Al-Maidah (104)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ قَالُوا۟ حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۚ أَوَلَوْ كَانَ ءَابَآؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْـًۭٔا وَلَا يَهْتَدُونَ ١٠٤
Artinya:
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
2. Al-Hadid (16)
اَلَمۡ يَاۡنِ لِلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنۡ تَخۡشَعَ قُلُوۡبُهُمۡ لِذِكۡرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الۡحَـقِّۙ وَلَا يَكُوۡنُوۡا كَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ مِنۡ قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ الۡاَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوۡبُهُمۡؕ وَكَثِيۡرٌ مِّنۡهُمۡ فٰسِقُوۡنَ
Artinya:
Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.
3. Yusuf (5)
قَالَ يٰبُنَىَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلٰٓى اِخۡوَتِكَ فَيَكِيۡدُوۡا لَـكَ كَيۡدًا ؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ لِلۡاِنۡسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيۡنٌ
Artinya:
Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”



















































































































Komentar Terbaru