Asbaruddin mengungkapkan saat ini terdapat 22 SMK di Aceh–sekolah berlabel SMK Pusat Keunggulan–yang siap tancap gas menjalankan fungsi BLUD. Namun Asbaruddin berharap SMK lain dapat segera melakukan hal yang sama. Sekali lagi, kata Asbaruddin, tantangan terbesar dari status BLUD ini adalah kecakapan kepala sekolah untuk menularkan semangat kewirausahaan kepada para guru yang bakal menularkan hal yang sama kepada para murid.
Asbaruddin menyadari bahwa mengubah pola pikir dan sikap kepala sekolah dan guru, untuk disesuaikan dengan kebutuhan kewirausahaan di SMK, tidak mudah. Namun, Asbaruddin mengingatkan, kewirausahaan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, sesuai dengan aturan perundang-undangan.
“Tapi saya yakin dunia pendidikan kita bakal beradaptasi dan merespons status BLUD ini dengan baik dan cepat untuk menciptakan ekosistem UMKM yang sehat dan berdaya saing. Dinas Pendidikan Aceh akan terus memberikan dukungan yang dibutuhkan bagi SMK untuk mengeluarkan potensi terbaik dan bersaing secara global,” kata Asbaruddin.[]































































































Beri Komentar