UPDATE

IN-DEPTH
IN-DEPTH

Fenomena Bunuh Diri

Kapitalisme juga melumpuhkan sendi-sendi ikatan keluarga karena menerapkan prinsip-prinsip kesetaraan gender. Kapitalisme sebagai sistem kehidupan materialistik memaksa setiap perempuan bersaing dengan laki-laki dalam dunia pekerjaan. Perempuan dihargai ketika ikut menyumbang kontribusi bagi perekonomian nasional. Ketika perempuan menyerbu dunia kerja pada saat yang sama lunturlah fitrah keibuannya.

Sedangkan para lelaki telah kehilangan peran strategisnya sebagai qawwam (penanggungjawab).  Para orang tua kehilangan perannya sebagai pembentuk peradaban, angka perceraian meningkat karena ikatan diantara anggota keluarga menjadi rapuh. Anak-anak tumbuh tidak terkendali. Kapitalisme memasung mereka dalam kesepian sehingga pada akhirnya segala upaya yang mereka lakukan untuk mengejar kebahagiaan berakhir menjadi siksaan.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dari sisi politik, negara Kapitalisme gagal mengidentifikasi akar permasalahan dari fenomena bunuh diri, bahkan penerapan kebijakan-kebijakan negara yang bercorak invidualistik semakin menumbuhsuburkan fenomena ini. Kendati negara telah secara luas membuka saluran-saluran tehnologi untuk mendeteksi dini upaya bunuh diri.

Demikianlah persolan bunuh diri yang tadinya dipandang sebagai persoalan klasik, kenyataannya menjelma menjadi permasalahan global. Jika dikembalikan pada teori Durkheim, maka penyebab membengkaknya statistik bunuh diri global telah terjawab. Tidak aneh jika angka bunuh diri di negara-negara maju sangat tinggi demikian juga angka bunuh diri di Afrika, semua disebabkan oleh penjajahan kapitalisme dan keserakahannya dalam mengekspolitasi bangsa-bangsa.

Bunuh Diri di Negeri Muslim

Terdapat fakta bahwa justru di negara-negara Muslim angka bunuh diri ini jumlahnya sangat rendah (Wu, Chen, & Yip, 2012). Hal ini terjadi karena Muslim memiliki keterikatan penuh terhadap agamanya.  Islam sebagai sebuah sistem kehidupan bukan hanya sebagai agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Islam memiliki sistem yang khas baik terkait sistem perekonomiannya, sistem pendidikan maupun sistem sosial kemasyarakatan. Hubungan kekeluargaan dalam Islam sangat kuat, sehingga kepedulian di dalam keluarga bahkan dalam komunitas kemasyarakatan sangat besar. Persaudaraan Islam telah menjadi kekuatan bagi komunitas ini.

Namun seiring infiltrasi Kapitalisme ke dalam masyarakat Muslim, melalui penerapan Kapitalisme oleh negara, perlahan terjadi pergeseran dalam pandangan kehidupan. Muslim mulai mengambil pandangan-pandangan hidup Kapitalisme sehingga permasalahan-permasalahan klasik Kapitalisme mulai menyerang masyarakat Muslim, termasuk fenomena bunuh diri ini. Muslim penganut Kapitalisme merenggangkan ikatan dirinya dengan Allah, mengabaikan hak-hak Allah dan membelakangi syariah Allah.

image_print

1 2 3 4 5 6

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.