UPDATE

LIFESTYLE
LIFESTYLE

Kerja di Australia, Wanita asal Banyuwangi Ini Digaji hingga Rp50 Juta Cuma Seminggu Kerja

Titing pun sering bekerja selama empat jam sehari, dia bisa mendapatkan Rp1 juta per harinya.

“Untuk gaji Titing sendiri, ia uang bahwa dirinya bisa mematok harga AUD$25 per jam. Kemudian, dalam sehari ini hanya bekerja selama empat jam dan lima hari dalam seminggu.

“Misalnya kurs Indonesia adalah Rp10 ribu, aku patok lah $25 per jam, dapat (Rp250 ribu). Terus aku cuma ngambil sehari itu empat jam, terus dikali berapa hari dalam seminggu, misalnya aku 5 hari,” tuturnya.

Di Australia pun ada sistem kerja shift dengan gaji yang cukup tinggi untuk para pekerjanya.

“Australia juga ada sistemnya shift. Kalau kalian misalnya shift malam itu harganya per jamnya lebih tinggi bisa jadi dua kali lipat dari shift pagi,” bebernya.

“Terus di sini juga ada kerja Sabtu-Minggu gitu. Sabtu-Minggu itu gajinya lebih tinggi juga, lalu kalau kita shift malam di hari libur, hari nasional, ini lebih gede lagi karena kita bekerja di hari libur kayak gitu,” sambungnya.

“Government memberi kalian kelonggaran untuk bisa bekerja di Australia tapi waktunya tuh cuman 20 jam per minggu, karena itu sudah peraturan dan kalian akan terganggu juga studinya kalau terus-terusan kerja,” katanya.

Bekerja di Australia pun harus ingat dengan aturan, karena di sana terbilang sangat ketat.

“Terus kalau kalian misalnya kerja sampai lupa sama studinya, kalian bisa dideportasi. Jadi semua peraturan yang ada di sini itu mengandung sebab dan akibat. Konsekuensinya itu gede banget. Jadi karena peraturan yang jelas itu makanya kita itu serba hati-hati dalam melakukan pekerjaan kayak gitu,” pungkasnya.***

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.