UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Beda Gaya Berpolitik SBY dan Jokowi di Penghujung Masa Kekuasaan, Tingkat Kepuasan Ikut ‘Bermain’?

“16,3% mengatakan sangat puas, 62,5% merasa cukup puas, kalau digabungkan 79,3%. Sedangkan yang merasa kurang puas ada 17,2% dan tidak puas sama sekali 2,4%, mereka yang tidak jawab sedikit sekali yakni 1,1%,” kata Hendro dalam rilis yang digelar virtual, Sabtu (20/1/2024).

Sementara untuk SBY, sebenarnya tingkat kepuasan masyarakat pada pemerintahannya pernah sampai ke angka 85 persen pada Juli 2009.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan era Jokowi.

Hanya saja tingkat kepuasan SBY pernah anjlok hingga angka 45 persen pada Juli 2008 dan cenderung menurun pada periode kedua jabatannya.

Angka kepuasan pada kinerja SBY berada di rentang 45-85 persen dengan tingkat kepuasan mayoritas berada di rentang 50-60 persen.

Ada beberapa faktor yang dinilai jadi andil anjloknya tingkat kepuasan terhadap SBY di akhir masa jabatannya, seperti kasus korupsi proyek Hambalang yang turut menyandung Ketua Umum Partai Demokrat pada saat itu hingga kasus Bank Century.

Maruf Amin Pilih Netral

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin memberikan tanggapan soal polemik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut presiden boleh ikut berkampanye dan memihak salah satu paslon dalam Pemilu.

Menanggapi polemik pernyataan Jokowi ini, Ma’ruf Amin mengaku akan bersikap netral.

Terkait siapa pilihannya nanti dalam Pilpres 2024, Ma’ruf Amin menegaskan tak ada yang boleh mengetahuinya.

Yang jelas siapa pilihan Ma’ruf nanti akan dituangkannya saat pencoblosan pada 14 Februari 2024 mendatang.

Lebih lanjut Ma’ruf menuturkan, secara aturan memang diperbolehkan untuk presiden ikut berkampanye.

Terkait setuju atau tidaknya akan hal tersebut, Ma’ruf Amin memilih untuk menyerahkan itu semua pada publik.

“Saya kira soal (pernyataan) presiden, saya kira sudah jelas ya.”

“Aturannya boleh. Ada yang tidak setuju, ada yang setuju. Nah silakan saja nanti urusannya itu publik saja,” kata Ma’ruf, dilansir WartakotaLive.com, Kamis (25/1/2024).

Namun Ma’ruf menekankan bahwa sejak awal dirinya memilih bersikap netral dan tidak memihak paslon manapun.

“Tapi saya, sudah, sejak awal sudah memposisikan diri untuk bersikap netral, tidak memihak. Saya bilang saya netral.”

“Perkara nanti pilihan saya, saya akan tuangkan nanti saja pada waktu tanggal 14 Februari dan tidak boleh ada yang tahu,” imbuh Ma’ruf

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.