UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

87 Orang di Batang Keracunan Usai Santap MBG, Orang Tua Ikut Jadi Korban

BANDA ACEH – Dugaan keracunan makanan kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 87 orang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami mual dan pusing setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan sehari sebelumnya.

Data sementara Pemerintah Kabupaten Batang mencatat, korban tersebar di dua desa di Kecamatan Bawang. Sebanyak 73 orang berasal dari Desa Pasusukan, sedangkan 14 orang lainnya dari Desa Bawang.

Yang menjadi perhatian, korban tidak hanya berasal dari siswa penerima manfaat MBG. Sejumlah orang tua juga mengalami keluhan setelah menyantap makanan yang dibawa pulang anak mereka.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, sebagian orang tua mengonsumsi jatah makanan anak yang tidak habis disantap di sekolah.

“Jadi orang tua ini menyantap makanan yang dibawa pulang oleh anaknya. Jatah anaknya yang mungkin tidak doyan dimakan oleh orang tuanya di rumah,” kata Suyono saat meninjau korban di rumah sakit, Kamis (24/9/2026).

Makanan MBG tersebut dikonsumsi para siswa sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, keluhan kesehatan tidak langsung muncul. Gejala mulai dirasakan beberapa jam kemudian, bahkan hingga malam dan pagi berikutnya.

“Yang anak sekolah makan jam 11.00 WIB, tetapi baru terasa sorenya. Ada juga yang mulai jam 01.00 WIB atau jam 02.00 WIB,” ujar Suyono.

Dari 87 korban yang terdata sementara, sejumlah orang harus mendapatkan penanganan medis. Sebanyak enam orang dirujuk ke Rumah Sakit Baitus Syifa Limpung, 24 orang ke RSUD Limpung, dan dua orang mendapat penanganan di Puskesmas Subah. Korban lainnya menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bawang.

Pemkab Batang menyebut jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan korban terus dilakukan. Sebelumnya, Suyono sempat menyebut angka sementara 80 orang sebelum data tertulis menunjukkan 87 korban.

Salah satu menu MBG yang dikonsumsi korban disebut mengandung olahan telur. Namun, pemerintah belum menyimpulkan bahwa telur merupakan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Suyono mengatakan informasi mengenai olahan telur diperoleh dari keterangan warga yang mengalami keluhan.

“Ada orang tua yang mengaku memakan olahan telur katanya,” ungkap Suyono.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.

Para korban diketahui mengalami sejumlah keluhan seperti mual, pusing, dan tubuh lemas setelah mengonsumsi makanan tersebut.

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.