BANDA ACEH – Aktivis Terus Jadi Anti Pembual (Terjal), Luke Susilo, menyoroti sejumlah kejanggalan dan ketidaksesuaian fakta terkait kesaksian Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam persidangan kasus dugaan fitnah terkait polemik ijazah dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. Luke menilai, kehadiran Jokowi di persidangan dengan membawa ijazah asli belum mampu menjawab keraguan publik.
Menurutnya, kesaksian tersebut justru memunculkan pertanyaan baru terkait data dan fakta historis yang disampaikan. Salah satu poin yang disoroti Luke adalah pernyataan Jokowi mengenai jumlah peserta wisuda Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 19 November 1985. Di hadapan majelis hakim, Jokowi menyebut dirinya diwisuda bersama 14 orang lainnya.
“Pak Jokowi menyebutkan di persidangan bahwa wisudanya berjumlah 14 orang. Namun, jika kita mencocokkan dengan foto wisuda yang beredar luas di publik dan sempat diunggah Prof. Henri Subiakto, di foto tersebut terpampang jelas ada 15 orang,” ujar Luke Susilo di Jakarta.
Luke mempertanyakan perbedaan jumlah tersebut yang dinilainya tidak konsisten.
“Saya sampai mengulang-ulang mendengarkan kesaksian beliau. Di sidang kedua Dokter Tifa pun beliau bilang diwisuda bersama 14 orang lainnya. Kalau di foto ada 15 orang, lalu satu orang ini siapa? Apakah ini yang dulu kerap diistilahkan sebagai ‘penumpang gelap’?” cetusnya.
Selain jumlah wisudawan, Luke juga menyoroti asal-usul foto ijazah beresolusi tinggi yang belakangan beredar di media sosial melalui akun Dian Sandi dan sejumlah akun lainnya. Dia mempertanyakan mengapa sumber foto tersebut belum terungkap, meski penanganan laporan hukum kasus ini telah berlangsung sejak 30 April 2025.
“Ini sudah berjalan satu setengah tahun lebih sejak laporan dibuat. Sangat tidak masuk akal jika penyidik atau pihak terkait masih belum mengusut dari mana sumber foto asli tersebut berasal. Dulu pada 2022 saat isu ini mencuat, pihak UGM memamerkan foto ijazah via proyektor. Mengapa tidak ditelusuri siapa yang mengunggah atau memegang file aslinya saat itu?” tegas Luke.
Dia juga menyinggung dugaan kebocoran dokumen dari lingkaran terdekat. Luke menyebut, sebelum akun Dian Sandi mengunggah foto ijazah pada 1 April 2025, terdapat akun lain, seperti Ahmad Kriwil dan Handik Hermanto, yang mengunggah foto serupa sehari sebelumnya, yakni 31 Maret 2025.
Berkas tersebut, menurut Luke, diduga bermula dari unggahan Facebook milik Pronojiwo, sosok yang disebutnya sebagai saksi hidup dan pernah bekerja bersama Jokowi di Aceh.


















































































































Komentar Terbaru