UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Pensiunan Jenderal Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Israel yang Ditutup-tutupi

Sementara itu, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menyerang lokasi peluncur rudal Hizbullah di Lebanon selatan, dengan klaim bahwa lokasi tersebut digunakan untuk menembakkan rudal ke Tel Aviv.

Militer Israel telah melakukan gelombang serangan udara di Lebanon sejak Senin (23/9) dini hari dengan menyasar lokasi-lokasi Hizbullah di tengah meningkatnya pertempuran antara kedua belah pihak.

Serangan udara itu telah menewaskan hampir 560 orang, termasuk 95 wanita dan 50 anak-anak, serta melukai 1.835 lainnya, menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Firas Abiad.

Asap serangan udara yang gencar dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur di berbagai wilayah di Lebanon selatan, Lembah Bekaa dan bahkan Beirut, sebagai indikasi lapangan atas keputusan Israel untuk beralih dari eskalasi militer dengan Hizbullah ke perang terbuka tanpa komprehensif, belum hilang.

Para pejabat politik dan militer Israel sampai bergegas membanggakan diri bahwa Tel Aviv mengembalikan Hizbullah seperti 20 tahun yang lalu.

Kepala Staf Angkatan Darat pendudukan Israel, Herzi Halevi, contohnya, yang menegaskan mereka membongkar kemampuan Hizbullah yang telah dibangun selama 20 tahun.

Demikian pula pernyataan dari Menteri Pertahanan Yoav Galant. Dia mengatakan penghancuran puluhan ribu roket akan berdampak pada kemampuan Hizbullah.

Akan tetapi, di sisi lain, dua pakar Lebanon sepakat dalam pernyataannya kepada Aljazeera.net bahwa “klaim” Israel adalah “palsu” dan termasuk dalam kerangka perang psikologis yang dilancarkan Israel bersamaan dengan agresi militernya.

Mereka mengutip beberapa contoh, terutama fakta bahwa sebagian besar target yang dibom adalah desa-desa dan kota-kota yang berpenduduk, sebagaimana dibuktikan oleh fakta bahwa sebagian besar martir adalah warga sipil.

Pada saat yang sama, kedua ahli ini mengakui bahwa serangan intensif Israel di wilayah geografis yang luas di selatan, Lembah Bekaa, pinggiran selatan Beirut dan pembunuhan banyak pemimpin telah melemahkan kapasitas Hizbullah dalam persentase yang kecil, tetapi kelompok ini masih mempertahankan kejutannya.

Hizbullah juga belum menggunakan senjata presisi dan jarak jauhnya, karena tidak menginginkan perang skala penuh.

Sementara itu, penulis dan analis politik Tawfiq Shuman percaya bahwa pernyataan resmi Israel seperti itu benar-benar bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh para komentator senior Israel.

Baik di surat kabar maupun di media visual, ketika mereka menyerukan Benjamin Netanyahu untuk menurunkan harapan dan ambisinya agar tidak jatuh ke dalam lubang yang sama seperti yang dia alami di Jalur Gaza.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.