UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Raja Spanyol Dilempari Lumpur Saat Kunjungi Warga Korban Banjir di Venesia

BANDA ACEH – Ratusan penduduk di daerah pinggiran Valencia yang terkena dampak parah banjir bandang minggu lalu melakukan unjuk rasa pada  Minggu (3/11/2024).Unjuk rasa digelar saat Raja Spanyol Felipe dan Ratu Letizia serta Perdana Menteri Pedro Sanchez berkunjung ke wilayah itu.

Beberapa warga di lokasi marah saat melihat kunjungan raja dan perdana menteri.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Bahkan beberapa diantaranya melemparkan lumpur ke arah mereka.

Sambil meneriakkan “pembunuh, pembunuh!” mereka melampiaskan kemarahan yang terpendam.

Warga itu marah karena pemerintah terlambat memberikan informasi tentang bahaya banjir bandang.

Massa juga marah dengan keterlambatan tanggapan dari layanan darurat saat bencana terjadi.

“Hal itu sudah diketahui dan tak seorang pun melakukan apa pun untuk menghindarinya,” kata seorang pemuda kepada raja.

Meski dilempari lumpur sang raja tetap tinggal untuk berbicara dengan rakyatnya.

Sementara perdana menteri dengan cepat menarik diri meninggalkan  lokasi itu.

Spanyol adalah monarki parlementer di mana raja adalah kepala negara.

Pada satu titik dalam kunjungannya ke daerah pinggiran Paiporta yang terkena bencana, Felipe, yang mengenakan jas hujan gelap sederhana, yang dapat dikenali dari jauh berdasarkan tinggi badan dan rambutnya yang abu-abu.

Dia tampak  menggendong seorang pria yang sedang menangis di bahunya.

Rekaman daring menunjukkan istrinya, Letizia, menangis saat memeluk beberapa warga.

Rambut dan wajahnya berlumuran lumpur dan salah satu pengawalnya berlumuran darah, tampaknya akibat benda yang dilempar.

Para pengawal telah membuka payung untuk mencoba melindungi para bangsawan itu.

Pemerintah pusat Spanyol mengatakan bahwa mengeluarkan peringatan kepada penduduk merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

Pemerintah Valencia mengatakan bahwa mereka telah bertindak sebaik mungkin dengan informasi yang tersedia.

“Tolong, korban masih di garasi, keluarga masih mencari sanak saudara dan teman-teman. Tolong datang, kami hanya minta tolong… Kami hanya ingin diperingatkan dan kami pasti selamat,” teriak seorang warga, Nuria Chisber, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Pemerintah pusat mengatakan bahwa mengeluarkan peringatan kepada penduduk merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, sementara pemerintah Valencia mengatakan mereka bertindak sebaik mungkin dengan informasi yang tersedia bagi mereka.

Puluhan orang masih hilang, sementara sekitar 3.000 rumah tangga tidak memiliki listrik, kata para pejabat.

Pemimpin daerah Valencia Carlos Mazon, yang juga mengunjungi Paiporta di tengah hinaan dari para pengunjuk rasa, menulis di X.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.