Karena hal tersebut, Eggi kembali melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri untuk menuntut kepastian hukum, manfaat hukum, dan keadilan.
Eggi berharap laporan ini dapat membuka kembali penyelidikan terkait dugaan ijazah palsu dan memberikan kejelasan kepada publik.
Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang transparan, terutama dalam kasus yang melibatkan pejabat tinggi negara.
“Jika hukum benar-benar ditegakkan, maka ini akan menjadi pembelajaran penting bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa tidak ada yang kebal hukum,” pungkasnya.
Kasus ini kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Ada yang mendukung langkah Eggi Sudjana untuk menuntut kepastian hukum,
namun ada pula yang menganggap bahwa isu ini sengaja dimainkan untuk kepentingan politik tertentu.
Publik kini menunggu tindak lanjut dari Bareskrim Polri terkait laporan ini,
apakah akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut atau justru kembali berakhir tanpa hasil yang konkret.





























































































Beri Komentar