Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Persiba Balikpapan sejak awal musim PNM Liga Nusantara bergulir.
Kontribusinya turut membawa tim berjuluk Beruang Madu tersebut naik ke Liga 2.
Sebelumnya, Catur Adi Prianto pernah menjadi manajer di klub sepak bola Yanma Polda Kaltim.
Klub itu berlaga pada Danlanud Cup 2022 silam.
Ia tercatat menjadi manajer Persiba U-17 yang berlaga pada Piala Soeratin U-17 Zona Kaltim.
Tidak hanya itu, Catur Adi Prianto juga pernah menjadi saksi dalam kasus penggelapan alat penyadap milik Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim di PN Balikpapan pada 3 April 2024 lalu.
Penampilan Nyentrik
Bila melihat media sosial milik Catur Adi Prianto, Direktur Persiba Balikpapan ini berpenampilan nyentrik.
Ia tampak memiliki tatto di tubuhnya.
Kedua tangan, beserta lengannya terdapat tatto dengan motif yang berbeda.
Bahkan, ia sempat terlihat mewarnai rambutnya.
Meski begitu, Catur Adi Prianto juga terlihat sempat melaksanakan umrah.
Di akun Instagramnya, ada beberapa foto yang menunjukkan bahwa Catur Adi Prianto tengah berada di Mekkah bersama keluarganya.
Polri Dalami Dugaan Pencucian Uang Catur Adi
Bareskrim Polri memastikan akan menindaklanjuti kasus ini dengan menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Catur.
Mukti menegaskan bahwa bandar narkoba harus dimiskinkan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Sesuai perintah Bapak Kapolri, sesuai perintah Bapak Kabareskrim, kalau bandar, wajib dimiskinkan,” tegas Mukti.
Polisi juga masih mendalami aliran dana hasil penjualan narkoba ini, termasuk kemungkinan dana tersebut digunakan untuk mendanai klub sepak bola Persiba Balikpapan yang dipimpin oleh Catur.
“Kita masih dalami untuk aliran dana ke mana saja,” tambah Mukti.
Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi keterlibatan oknum petugas lapas dalam jaringan narkoba ini.
Mukti menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini justru dipimpin langsung oleh Kepala Lapas 2A Balikpapan bekerja sama dengan Direktorat 4 Bareskrim Polri dan Kapolda Kalimantan Timur.
Catur kini telah ditahan bersama delapan tersangka lainnya, sementara penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.


















































































































Komentar Terbaru