Kemudian, Rocky Gerung katakan, ada yang menyebutkan tidak mungkin, karena tidak lewat DPR.
Lalu, Rocky Gerung mengatakan, bahwa DPR saat ini teh art of the possible.
“Purnawirawan mainkan psikologi publik, karena mereka tahu bahwa emak-meak sampai anaknya itu yang dikasih makan siang gratis oleh Presiden, justru mempersoalkan anak matahari kerdil itu, itu idenya di situ,” ungkapnya.
Bahkan, Rocky Gerung tegaskan bahwa purnawirawan paham hukum, kenapa purnawirawn tidak mau ke DPR.
“Karena dia (purnawirawan) tahu politic is the art of attacking the impossible. Sudah dua tahun, apalagi soal ijazah hari ini, digembar-gemborkan oleh lawyer Jokowi, kalian menghasut membuat kegaduhan,” jelas Rocky.
Dalam hal ini Rocky menyebutkan, bahwa yang membuat gaduh itu Jokowi selama dua tahun.
“Karena dia umpankan ijazah itu, untuk mengukur daya tahan dari mereka yang menghina dia. Akhirnya dilaporin. Kenapa tidak dari dua tahun lalu?” ucap Rocky.
Lanjutnya megatakan, kegaduhan ini berlangsung, karena Jokowi tidak jujur untuk mengatakan ini asli atau bukan.
“Kalau memang akhirnya ijazahnya asli misalnya, problem kita, kenapa ijazah yang aslimu itu kau tahan, kau permainkan opini publik dengan menahan ijazah itu, kau bikik kegaduhan dengan menahan ijazah aslimu, laporin aja Jokowi,” cetusnya.
Sebab, kata dia, dua tahun Jokowi buat kegaduhan dan hasil dari kegaduhan itu, dua orang, tiga orang, empat orang masuk penjara.
“Itu cara berpikirnya seperti itu, jadi sekali lagi, kita berupaya untuk melihat masalah ini bukan dari black letter of law yang diatur di dalam proses pemakzulan. Bahkan hukum negar bicara itu, soal legimitasi moral, ada moral call.”
“Kalau pakai system negara, Hitler itu tidak mungkin di makzulkan atau dihukum. Karena Hitler itu dipilih secara demokratis melalui undang-undang Jerman Waktu itu. Namun dia berubah karena ambisi itu.” bebernya.
Masih lanjut dia menjelaskan, bisa dilihat bahwa Jokowi pasti makin membesar ambisi dia untuk jadi matahari, tetapi bukan fakta dia matahari.
“Ambisi dia menjadi matahari, ya karena dari awal dia ingin cahaya dia itu hanya ada tiba di kepala anaknya, Mahkamah Konstitusi, ini pertaruhan buat Pak Jokowi, sebagai political animal,” ungkap Rocky.
Selain itu, dia jelaskan, bahwa dari awal Jokowi investasi pada anaknya, maka dia tuntun itu sampai 2029.
“Kalau batal, dia ikut diseret ke pengadilan, karena yang mampu yang membela Jokowi cuman anaknya dalam posisi sebagai presiden, itu logika paling dasar dari ambisi politik. Jadi sekali lagi kita ucapkan ini bukan kita tidak suka pada Pak Jokowi, karena memang kapasitasnya ennggak bisa, menerangkan yang simple nggak bisa. Dalam kapasitasnya sebagai manusia, oke.”
































































































