UPDATE

ISLAM
ISLAM

Layakkah Beri Penghormatan Kepada Negara Pengusung Islamophobia?

Kunjungan Macron ini dilakukan dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis dan menjadi lawatan resmi pertamanya sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat. Andi Amran berharap, tak hanya sebatas kerjasama impor ekspor, tapi juga pertukaran teknologi pertanian, peningkatan kapasitas SDM dan pelatihan petani, modernisasi alat dan infrastruktur pertanian, dan riset bersama untuk varietas tahan iklim ekstrem.

Sambutan hangat dan meriah atas kedatangan kepala negara Perancis, negara yang banyak membuat kebijakan islamophobia perlu menjadi perhatian. Sejatinya kaum muslimin tidak boleh lupa akan negara-negara yang membuat kebijakan yang memusuhi Islam dan umatnya. Salah satunya adalah Prancis, negara yang sering membuat kebijakan guna menguatkan islamophobia, seperti pelarangan hijab, kasus kartun yanh menghina Nabi saw dan lainnya.

Sebaliknya, sikap tegas dan menunjukkan pembelaan atas kemuliaan agama yang seharusnya ditunjukkan oleh pemimpin negeri muslim, terlebih sebagai negara dengan mayoritas umat Islam.

Islam Muliakan Negara Tanpa Harus Mengemis Simpati Kafir

Sungguh sangat miris, betapa getolnya Indonesia, sebagai salah satu negara muslim mengemis simpati dari negara kafir penjajah. Menjalin kerjasama di segala bidang hingga mengundangnya dalam sebuah perjamuan yang mewah dan intim. Padahal jelas, kebijakan yang diambil Macron untuk negaranya adalah memerangi kaum muslim. Tangannya meski tak langsung, telah berlumuran darah saat membantu barat membenci Islam dan menginginkan Islam lenyap dari muka bumi.

Sayangnya, dalam sistem sekular Kapitalisme, meniscayakan keakraban itu terjadi, sebab pemahaman hubungan negara hanya dilihat berdasarkan manfaat, terlepas apakah negara itu menjadikan Islamophobia sebagai salah satu kebijakan negaranya, maka abai atas sikap suatu negara terhadap Islam ini akan terus terjadi.

Negara sama sekali tidak mengatur bagaimana bersikap sesuai syariat kepada negara lain, bahkan individu rakyatnya dibiarkan memiliki akidah atau malah tidak punya keyakinan terhadap agama apapun. Jelas hal ini sangat merugikan, karena artinya sama dengan membiarkan negara kita berada di bawah penjajahan kafir. Sebab, mereka tak benar-benar ingin akrab dan bersahabat dengan kita kecuali menginginkan imbal balik harta kekayaan alam kita mereka makan habis.

Kebijakan negara yang terus menerus menyengsarakan umat Islam, bahkan rakyat se-Indonesia haruskah kita pertahankan? Padahal jelas Islam telah memberikan tuntunan bagaimana bersikap terhadap orang yang memusuhi agama Allah.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
Tidak dapat memuat data story terbaru.
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.