UPDATE

ISLAM
ISLAM

Layakkah Beri Penghormatan Kepada Negara Pengusung Islamophobia?

Allah SWT berfirman yang artinya,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (TQS. Ali Imran : 118).

Jelas bukan asal berteman, namun Islam membagi dua dalam konteks hubungan antar negara yaitu Darul Islam dan Darul kufur. Darul Islam dalam definisi ini adalah suatu wilayah (negara) yang menerapkan syariah Islam dan keamanannya berada dalam kendali kaum muslim. Sebaliknya, Darul Kufur adalah negara yang tidak menerapkan syariah Islam atau keamanannya bukan di tangan kaum muslim, sekalipun mayoritas penduduknya beragama Islam.

Islam juga sudah menentukan tuntunan bersikap terhadap negara kafir sesuai posisi negara tersebut terhadap Daulah Islam. Yaitu negara kafir harbi dan negara kafir harbi fi’lan. Tuntunan Islam ini seharusnya menjadi pedoman setiap muslim, terlebih penguasa. Apalagi di tengah penjajahan Palestina yang mendapat dukungan dari penguasa Barat, dimana Israel dengan sokongan Amerika, Prancis, Inggris dan negara kafir lainnya, semua masuk dalam satu jenis negara, yaitu kafir harbi fi’lan, yang jelas-jelas setiap upaya mereka adalah untuk menyerang Islam. Maka, satu-satunya hubungan baik dengan mereka adalah hubungan perang. Bukan lainnya.

Kita pun bisa melihat tegasnya para Khalifah atas negara penjajah dan kebijakannya yang menghina Islam. Masyhur bagaimana Sultan Hamid II, Khalifah terakhir Kekhilafahan Turki Utsmani yang menolak mentah-mentah permintaan Theodor Herzl, Bapak Yahudi yang menginginkan sebagian tanah Palestina untuk bangsa mereka, dengan imbalan Yahudi bersedia membayar utang Kekhilafahan akibat kalah perang.

Padahal kondisi Daulah Khilafah Turki Utsmani sudah melemah, namun tetap tak rela jika tanah Palestina, Tanah Kharajiyah kaum muslim jatuh kepada penjajah. Maka sudah seharusnya umat Islam memiliki negara yang kuat dan berpengaruh dalam konstelasi hubungan negara-negara di dunia sebagaimana pernah diraih oleh Daulah Islam dan Kekhilafahan sebelumnya. Khilafahlah satu-satunya junnah (perisai) bagi kaum muslim dari kebiadaban penjajah. Dan bukan malah mengemis iba demi hidup yang penuh kehinaan.

Umat harus berjuang kembali untuk mewujudkan Khilafah yang menjadi negara adidaya dan disegani negara-negara ini. Allah SWT. berfirman yang artinya,” Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran) maka sungguh bagi dia penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta” (TQS Thaha : 124). Nauzubillah.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
Tidak dapat memuat data story terbaru.
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.