Jika penangguhan penahanan dikabulkan, tersangka M akan ditempatkan di rumah aman milik UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) NTB.
Kronologi Penganiayaan: Korban Sempat Diberi Obat Penenang
Detik-detik tewasnya Brigadir Muhammad Nurhadi berawal ketika Yogi dan Haris mengajaknya ke Gili Trawangan untuk liburan dan berpesta.
Syarif mengatakan dua tersangka juga mengajak dua wanita untuk pergi bersama yaitu tersangka M dan saksi berinisial P.
“Dari penjelasannya yang satu mereka (tersangka dan korban) ke sana (Gili Trawangan) untuk happy-happy dan pesta,” kata Syarif dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Jumat (4/7/2025).
Setibanya di Villa Tekek, Gili Trawangan, Nurhadi terlebih dahulu diberi obat penenang.
Lalu, setelah itu, Nurhadi disebut sempat mencoba merayu dan mendekati salah satu teman wanita tersangka. Hal itu diketahui lewat rekaman dari kamera CCTV yang berada di lokasi,
“CCTV di pintu masuk Villa Tekek jadi itu private pool villa jadi cuma ada di pintu masuk. Sedangkan di dalamnya ada kolam kecil, ada tempat penginapan tidak ada yang hilang, rekaman tidak ada yang hilang,” kata dia.
“Berdasarkan rekaman CCTV di atas pintu masuk, bahwa space waktu dari jam 20.00-21.00 Wita tidak ada orang yang keluar masuk lagi,” sambung Syarif.
Syarif mengungkapkan tidak ada saksi yang melihat peristiwa penganiayaan tersbeut karena tidak ada kamera CCTV yang terpasang mengarah ke dalam villa.Ditambah, villa yang dipesan bersifat private.
“Tidak ada orang yang masuk dan keluar pada space waktu almarhum meninggal di kolam, hanya ada almarhum dan hanya ada dua orang tersangka,” kata Syarif.
Sekitar pukul 21.00 WITA, salah satu tersangka yang ada di dalam villa mengabari bahwa almarhum sudah berada di kolam dan diangkat.
Hasil Autopsi: Nurhadi Tewas akibat Tenggelam usai Dicekik, Ada Patah Tulang Lidah
Berdasarkan autopsi yang dilakukan, ditemukan luka memar di kepala bagian depan dan belakang Nurhadi. Adapun luka itu diduga akibat kepala Nurhadi membentur benda tumpul.
“Kami menemukan luka memar atau resapan darah di kepala bagian depan maupun kepala bagian belakang, kalau berdasarkan teori kepalanya yang bergerak membentur benda yang diam,” kata ahli forensik Universitas Mataram, dr Arfi Samsun dalam konferensi pers yang sama.
Tak hanya luka memar, Arif mengatakan ditemukan pula patah tulang lidah yang diduga kuat akibat korban dicekik oleh pelaku.
Pada jenazah Nurhadi, ditemukan pula air kolam yang masuk ke bagian tubuh korban.
Dari temuan tersbeut, Arif mengatakan Nurhadi disimpulkan masih hidup dan meninggal karena tenggelam di kolam akibat pingsan.

















































































































Komentar Terbaru