Warga pinggiran pantai Gorontalo pun mengaku sudah mengetahui pengumuman potensi ancaman tsunami yang diumumkan melalui toa masjid.
Seperti dimuat Facebook TribunGorontalo pada Rabu siang, seorang warga Sandi Karim mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada yang berani melaut usai pengumuman potensi ancaman tsunami.
Meski terlihat santai, warga Gorontalo disebut sudah waspada akan potensi gelombang 500 cm dari dampak tsunami Samudra Pasifik tersebut.
“Meski kondisi laut saat ini masih normal, nelayan tidak ada yang berani melaut,” ucap seorang warga.
Sandi Karim mengaku ancaman tsunami ini menjadi pengalaman pertamanya hidup di Gorontalo.
Namun demikian, warga sudah teredukasi perihal jalur evakuasi ke bukit apabila air laut semakin tinggi.
Gempabumi 8,6 magnitudo di Krai Kamchatka, Rusia berdampak tsunami ke Indonesia pada Rabu (30/7/2025).
Ancaman potensi tsunami itu diumumkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sudah berkoordinasi dengan sejumlah badan pemantauan tsunami di negara-negara yang berbatasan dengan Samudra Pasifik.
Ancaman tsunami itu akan mencapai sejumlah negara yang berbatasan dengan Samudra Pasifik seperti Jepang, Amerika Serikat, Filipina, dan Indonesia.
Adapun saat tiba di Indonesia kekuatan tsunami akan melemah dengan ketinggian kurang dari 500 meter.
Di Indonesia sejumlah wilayah yang diprediksi terdampak Tsunami seperti Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara), Halmahera-Utara (Maluku Utara), Manokwari (Papua Barat), Raja ampat Bagian Utara (Papua Barat), Biaknumfor (Papua), Supiori (Papua), Sorong Bagian Utara (Papua Barat), Jayapura (Papua), Sarmi (Papua), dan Kota-Gorontalo (Gorontalo).
Dari laporan yang dibagikan BMKG estimasi ketibaan gelombang tsunami berbeda di setiap daerah.
Kepulauan Talaud diprediksi estimasi tiba pukul 13.52 WIB, kemudian di Halmahera-Utara pukul 14.04 WIB, Manokwari pukul 14:08 WIB, Raja ampat Bagian Utara 14.18 WIB, Biaknumfor dan Supiori pukul 14.21 WIB, Sorong Bagian Utara pukul 14.24 WIB, Jayapura dan Sarmi pukul 14.30 WIB, serta Kota Gorontalo 15.39 WIB.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan dampak tsunami ini mungkin akan kecil di Indonesia.
Namun masyarakat harus tetap mewaspadai kawasan pantai. Daryono mengimbau agar warga menjauhi kawasan pantai pada waktu yang sudah diberikan BMKG.
Kondisi akan kembali aman setelah dua jam berlalu dari waktu estimasi kedatangan tsunami.
“Jadi sekolah-sekolah yang di dekat pantai atau ada fasilitas umum dekat pantai diharapkan menjauh dulu saat waktu estimasi ketibaan tsunami,” imbau Daryono seperti dimuat Kompas tv.


















































































































Komentar Terbaru