LHOKSEUMAWE – Hujan deras yang mengguyur Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara selama dua hari berturut-turut pada Jumat sore (08/08/2025) menyebabkan banjir di sejumlah titik vital. Salah satunya di area depan Rumah Sakit Cut Meutia hingga Kampus Politeknik Bukit Rata, yang kembali lumpuh karena genangan air.
“Setiap kali hujan deras, di sini pasti banjir. Saluran airnya sudah lama tidak normalisasi, jadi air tidak bisa mengalir,” ungkap Syaiful, salah seorang warga yang ditemui di lokasi. Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini sudah menjadi masalah tahunan yang tidak kunjung mendapatkan solusi.
Dampak dari genangan air yang mencapai ketinggian 30-50 cm ini sangat dirasakan oleh pengguna jalan. Berbagai kendala dan risiko harus dihadapi para pengendara yang nekat melintas. Banyak kendaraan roda dua yang terlihat mogok di tengah banjir, memaksa pemiliknya mendorong motor mereka hingga ke pinggir jalan.
Selain itu, kemacetan parah tidak bisa dihindari karena kendaraan yang masih bisa melintas harus berjalan sangat pelan untuk menghindari risiko mogok dan terperosok ke lubang yang tidak terlihat di bawah air. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil karena banyak sepeda motor yang harus masuk bengkel setelah terendam. Situasi ini pun sangat mengkhawatirkan, mengingat area tersebut merupakan akses penting menuju rumah sakit.































































































Beri Komentar