ACEH BESAR – Pelaksanaan ibadah shalat Jumat di Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjong Seulamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, pada Jumat (8/8) berjalan khidmat. Khatib Tgk. H. Aqshal Mulia, mengajak para jamaah untuk merenungkan makna mendalam dari doa Nabi Sulaiman as yang tercantum dalam Al-Qur’an surat An-Naml ayat 19 yang artinya:
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan (untuk) mengerjakan amal saleh yang engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-mu ke dalam golongan hamba-hamba-mu yang saleh.”
Dalam khutbahnya, Tgk. H. Aqshal Mulia menyampaikan bahwa doa Nabi Sulaiman as tersebut memiliki makna yang sangat indah dan komprehensif, mencakup tiga aspek penting dalam kehidupan seorang muslim.
Pertama, aspek syukur. Doa ini tidak hanya memohon kemampuan untuk mensyukuri nikmat yang diberikan kepada diri sendiri, tetapi juga nikmat yang dianugerahkan kepada kedua orang tua. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bersyukur atas segala karunia Allah SWT, baik yang dirasakan langsung maupun yang diterima oleh orang-orang terdekat.
Kedua, aspek amal saleh. Tgk. H. Aqshal Mulia menekankan bahwa doa ini memohon agar setiap amal yang dilakukan merupakan amal yang diridai oleh Allah SWT, bukan sekadar perbuatan baik biasa. Ini mendorong setiap muslim untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas ibadah dan amal perbuatannya.
Ketiga, aspek rahmat dan kebersamaan dengan orang saleh. Bagian terakhir dari doa ini adalah permohonan agar Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang saleh. Menurut Tgk. H. Aqshal Mulia, hal ini merupakan permohonan tertinggi, yaitu agar kita senantiasa berada dalam rahmat Allah dan berkumpul bersama orang-orang pilihan-Nya di dunia maupun di akhirat.
Melalui renungan doa Nabi Sulaiman as., Khatib Tgk. H. Aqshal Mulia mengajak kita untuk kembali menata niat dan perbuatan. Mari kita jadikan doa ini sebagai panduan hidup sehari-hari.
Kita mulai dengan mensyukuri setiap nikmat Allah, baik yang kita rasakan langsung maupun yang diberikan kepada orang tua kita. Kemudian, kita terus berusaha meningkatkan kualitas amal saleh kita, memastikan setiap tindakan kita mendapat rida-Nya.
“Terakhir, mari kita selalu memohon kepada Allah SWT agar memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang saleh dan senantiasa berada dalam rahmat-Nya. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, tulus dalam beribadah, dan bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.






























































































Beri Komentar