UPDATE

OPINI
OPINI

Prabowo dan Demonstrasi Jakarta, Antara Warisan Krisis dan Ujian Legitimasi

Kematian Affan menegaskan bahwa aparat kepolisian gagal menjalankan mandat konstitusional, dan justru mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah yang baru seumur jagung.

Kecurigaan politik pun bermunculan. Ada suara-suara yang menyebut kerusuhan ini bukan spontanitas murni, melainkan desain politik dari “lingkaran Solo”—geng lama rezim Jokowi—untuk melemahkan legitimasi Prabowo.

Hipotesis ini memang belum terbukti, tetapi dalam kultur politik Indonesia yang sarat intrik, skenario semacam itu tidak mustahil.

Yang jelas, apapun motifnya, rakyat kembali menjadi korban utama dari tarik-menarik elite.

Kini, Prabowo menghadapi ujian besar. Ia bisa memilih dua jalan: pertama, mengulang pola lama dengan meredam protes lewat represi aparat; atau kedua, membuka kanal dialog, merombak kultur kepolisian, serta menata ulang kebijakan warisan rezim yang timpang.

Sejarah Indonesia membuktikan, pemerintahan yang gagal mengelola konflik secara adil hanya akan mengundang siklus kerusuhan berulang.

Empati personal di rumah duka sudah baik, tetapi belum cukup. Yang ditunggu rakyat adalah keberanian politik untuk mereformasi institusi yang brutal, menghapus kebijakan yang timpang, dan menjawab tuntutan keadilan sosial secara konkret.

Tragedi Affan Kurniawan adalah alarm keras bagi negara. Ia menyingkap dua hal sekaligus: rapuhnya aparat keamanan dalam mengelola demonstrasi, dan beratnya beban warisan rezim yang kini dipikul Prabowo.

Demonstrasi di Jakarta bukan sekadar persoalan hari ini, melainkan klimaks dari akumulasi ketidakadilan yang lama dibiarkan.

Jika pemerintah gagal belajar dari tragedi ini, maka korban seperti Affan hanya akan menjadi nama lain dalam daftar panjang sejarah bangsa.

Tetapi jika Prabowo berani mengambil langkah reformasi substantif, maka justru dari kematian Affan, lahir momentum perubahan menuju negara yang benar-benar berpihak pada rakyat.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.