Saat melangsungkan pernikahan, Yurike Sanger masih berusia sangat muda, yakni 19 tahun. Sementara itu, Presiden Soekarno telah berusia 64 tahun, menandakan perbedaan usia yang cukup signifikan, yaitu 45 tahun. Pernikahan ini menjadikan Yurike sebagai istri ketujuh Soekarno, meskipun beberapa sumber menyebutnya sebagai istri kedelapan.
Sebelum menikah, Yurike Sanger yang semula menganut agama Kristen, memutuskan untuk menjadi mualaf. Ia memeluk agama Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat pernikahan dengan Soekarno. Keputusan ini menunjukkan komitmennya dalam menjalani kehidupan baru bersama Sang Proklamator.
Gejolak Rumah Tangga dan Perceraian
Meskipun perannya lebih banyak di balik layar, Yurike Sanger tetap tercatat dalam sejarah keluarga besar Presiden Pertama RI. Ia mengisahkan bahwa Soekarno adalah sosok yang sangat mendedikasikan hidupnya untuk negara. Yurike juga sempat bercerita tentang pembagian hari Soekarno bersama istri-istrinya, di mana ia akan dikunjungi dengan pendampingan pengawal presiden.
Namun, bahtera rumah tangga Yurike Sanger dan Soekarno tidak berlangsung lama, hanya sekitar empat tahun. Mereka memutuskan untuk bercerai secara baik-baik pada tahun 1968. Perceraian ini terjadi di tengah situasi politik Indonesia yang memanas pasca-peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) pada tahun 1965.
Soekarno saat itu dimakzulkan secara de facto dan menjadi tahanan rumah di Wisma Yaso. Soekarno menyarankan agar Yurike meminta cerai darinya agar tidak ikut menanggung kesusahan yang dihadapinya. Yurike Sanger akhirnya mengabulkan permintaan tersebut demi kebaikan bersama.
Kehidupan Baru Pasca-Perpisahan
Setelah berpisah dari Presiden Soekarno, Yurike Sanger menemukan tambatan hati baru dalam hidupnya. Ia kemudian menikah lagi dengan seorang duda anak dua bernama Subekti Didi. Setelah pernikahan keduanya, Yurike memutuskan untuk mengikuti suaminya dan menetap di Amerika Serikat, memulai babak baru kehidupannya di sana.
Meskipun sempat bertahan menjadi mualaf selama pernikahannya dengan Soekarno, Yurike Sanger kembali memeluk agama Kristen setelah menjalani hidup baru di Amerika Serikat. Ia menyatakan selalu menghormati semua keyakinan dan agama, karena menurutnya, semua mengajarkan kebaikan. Keputusan ini menunjukkan perjalanan spiritual pribadinya.
Lama tidak terdengar kabarnya, Yurike Sanger kembali mencuri perhatian publik setelah meninggal dunia. Kisah hidupnya yang penuh warna, dari seorang pelajar hingga menjadi istri presiden, kemudian menjalani kehidupan di luar negeri, selalu menarik perhatian banyak pihak.
















































































































Komentar Terbaru