Maman mengatakan, pihak kepolisian akan melakukan rekonstruksi. Sehingga akan terungkap detik-detik tersangka melakukan aksi pencurian dan pembunuhan di dalam rumahnya pada 16 Desember 2025 lalu.
Percaya HA Pembunuhnya
Maman Suherman meyakini sosok HA adalah pembunuh anaknya, MAMH alias A (9).
Keyakinan Maman Suherman ini setelah polisi menunjukkan bukti DNA HA di pisau yang digunakan saat mencuri di rumah lain.
Seperti diketahui, setelah membunuh MAMH, pelaku HA melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD Cilegon Roisyudin Sayuri di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.
Pada pencurian pertama dia berhasil membawa kabur perhiasan, namun saat mencoba mencuri lagi pada Jumat (2/1/2026) dia ditangkap.
Pisau yang digunakan untuk mencuri ini kemudian dilakukan uji foeensik di Puslabfor Polri.
Hasilnya, di pisau itu masih bercak darah yang mengandung DNA identik milik korban A, 9 tahun.
Fakta ini yang membuat polisi yakni bahwa HA adalah pelaku pembunuhan anak Maman Suherman.
Temuan polisi ini juga mampu meyakinkan Maman Suherman tentang sosok HA sebagai pembunuh anaknya.
“Kalau melihat dari hasil laporan Puslapor yang diketemukan di pisau DNA, DNA-nya itu sama ya. Saya sih sangat meyakini kalau memang itu adalah pelakunya ya. Kalau memang ada kesamaan di pisau itu DNA anak saya itu diketemukan sama dengan hasil daripada yang dipuslabpor tersebut,” kata Maman Suherman dikutip dari tayangan Kompas TV pada Senin (5/1/2026).
Saat ini, Maman mengaku menyerahkan proses hukumnya ke polisi dan kejaksaan untuk selanjutnya tersangka disidang dan dihukum seberat-beratnya.
“Karena ini sudah tidak berpikemanusiaan sekali,” tegasnnya.
Disinggung tentang CCTV yang rusak, diakui Maman CCTV rusak itu susah cukup lama.
Maman tidak mempedulikan hal itu, karena dia berpikir rumahnya ramai, ada ipar, keponakan hingga mertuanya yang berkumpul.
Maman juga tidak menyangkap asisten rumah tangga (ART) nya akan meninggalkan kedua anaknya di jam kejadian.
Dia juga tidak menetapkan protap (aturan) yang seharusnya mengunci pintu kamar, dapur, pintu dapur masuk ke ruangan utama sehingga pintu-pintu itu tidak terkunci.
Disinggung tentang analisis banyak pihak yang menyebut pelaku awalnya adalah orang dekat, Maman mengaku tidak mau berandai-andai.
Maman hanya menyebut bahwa selama ini dia tidak punya musuh atau berselisih dengan orang lain.
“Karena kehidupan saya itu dari rumah ke masjid ke kantor setiap hari seperti itu aja,” tegasnya.
































































































