UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Angin Berbalik Arah, Giliran AS dan Israel Khawatirkan Iran Lebih Dulu Lancarkan Serangan

AS mengerahkan Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah pada Senin untuk memperkuat posisinya di kawasan tersebut.

Kapal induk kelas Nimitz memasuki kawasan itu “untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) di platform perusahaan media sosial AS, X.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah protes baru-baru ini di Iran berubah menjadi kekerasan dan mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa, menurut pemerintah Iran.

Pada puncak aksi protes awal bulan ini, Trump memperingatkan pemerintah Iran bahwa ia akan “datang menyelamatkan” para demonstran jika kekuatan mematikan digunakan terhadap mereka.

Beberapa hari kemudian, ia mendorong para pengunjuk rasa untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga dengan menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Ia juga memperingatkan bahwa sudah waktunya terjadi perubahan kepemimpinan, yang oleh banyak pihak di Iran ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran Lebih Siap

Iran pada Senin mengatakan bahwa mereka “lebih siap dari sebelumnya” untuk menanggapi setiap potensi serangan terhadap Iran. Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkan situasi tersebut sebagai “perang hibrida”, merujuk pada perang 12 hari yang terjadi pada Juni 2025 serta aksi protes kekerasan baru-baru ini yang menurut Teheran dipicu oleh AS dan Israel.

Baghaei mengatakan ancaman dan “klaim tanpa dasar” terus datang dari AS dan Israel, dengan mengutip pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump serta laporan mengenai kapal-kapal perang AS yang bergerak menuju Teluk Persia.

Baghaei juga menekankan bahwa negara-negara di kawasan memahami bahwa ketidakstabilan bersifat menular dan tidak akan terbatas pada Iran saja.

Juru bicara itu menegaskan kekhawatiran bersama di antara negara-negara tetangga Iran mengenai konsekuensi dari setiap serangan militer AS, serta mendesak mereka untuk “mengambil sikap yang jelas” terhadap ancaman AS.

“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri tersebut.

Para komandan militer senior Iran pun menegaskan pentingnya persatuan di antara angkatan bersenjata dan menyatakan kesiapan mempertahankan negara “hingga titik darah penghabisan” di tengah apa yang mereka sebut sebagai ancaman potensi serangan AS.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.