“Bek tuwo beuleu neupeureunoe bahasa Aceh, tanyoe harus bangga dengoen bahasa droe, Jangan sampai bahasa ibu kita hilang. Nyoe bahasa Aceh kagadoh, kaabeh tanyoe, bek sampe abeh tanyoe, kaabeh bahasa Aceh, nyoe tanggong jaweub guru untuk menjaga. Kalau bukan guru yang menjaga, siapa lagi?” ucapnya, yang disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memaparkan sejumlah program strategis di bidang pendidikan, antara lain penguatan program Beut Kitab Sikula yang telah berjalan di 46 SD dan SMP, rencana pembangunan IPDN di Kota Jantho seluas 37 hektare, SMAN Rakyat, serta pengembangan perguruan tinggi di ibu kota kabupaten.
Ia berharap seluruh elemen, termasuk PGRI, mendukung visi menjadikan Jantho sebagai Kota Pendidikan.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh, Al Munzir SPdI MSi, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap organisasi guru. Ia mengaku baru pertama kali pelantikan PGRI dihadiri lengkap oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda.
“Ini bentuk soliditas pemerintah daerah terhadap guru. Kami sangat mengapresiasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa PGRI adalah organisasi profesi, bukan organisasi politik. PGRI harus fokus pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru, termasuk memberikan pendampingan hukum jika diperlukan.
“Kalau setelah dilantik hanya untuk berleha-leha dan hanya untuk mempertahahankan kekuasaan atau mencari jabatan, maka berhentilah untuk menjadi pengurus PGRI, karena porsinya terbatas hanya 23 orang, jadi jangan pikirkan diri secara pribadi, namun pikirkanlah harapan yang besar mulai dari pengembangan guru hingga pendampingan hukum, PGRI harus hadir untuk itu,” tegasnya.
Ketua PGRI Aceh Besar yang baru dilantik, Munadi, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut PGRI Aceh Besar memiliki 23 pengurus cabang (PC) sesuai jumlah kecamatan, serta ribuan anggota yang tersebar di berbagai satuan pendidikan.
“Amanah ini bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada manusia, tetapi juga di hadapan Allah SWT. Jangan bertanya apa yang PGRI berikan kepada kita, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada PGRI,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen PGRI untuk berada di garda terdepan dalam membela dan mendampingi guru, sekaligus mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memajukan pendidikan.
Dengan dikukuhkannya Bunda Guru Aceh Besar serta dilantiknya pengurus baru, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan PGRI semakin kuat dalam membangun pendidikan yang berkarakter, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai keacehan. []





































































































Beri Komentar