Menurutnya, kelompok-kelompok ini tidak perlu mengalahkan AS dalam pertempuran langsung, mereka hanya perlu memperlama konflik hingga ekonomi dan dukungan Politik di dalam negeri Amerika runtuh dengan sendirinya.
Jiang menilai bahwa Washington sering kali meremehkan ketahanan domestik Iran. Medan pegunungan, ditambah dengan perlawanan rakyat yang militan, dapat mengubah pasukan penyerang menjadi ‘sandera’ di wilayah asing.
Ia memperkirakan butuh jutaan tentara untuk menduduki wilayah sebesar Iran –suatu hal yang mustahil dipenuhi oleh AS tanpa memicu gejolak sosial yang hebat di dalam negerinya sendiri.
Dunia di Ambang Perubahan Tatanan
Profesor Jiang Xueqin mengingatkan bahwa perang ini bukan sekadar konflik regional biasa. Jika prediksi kekalahan AS ini benar-benar terjadi, maka ini akan menjadi penanda berakhirnya dominasi unipolar Barat. Dunia yang kita kenal hari ini tidak akan lagi sama setelah debu peperangan di Teheran mengendap.
Akurasi Jiang dalam memprediksi kemenangan Trump di akhir 2024 serta pecahnya perang pada Februari 2026 lalu membuat banyak pihak kini mulai mengkaji serius teori-teori sejarahnya.
Di tengah klaim keberhasilan militer yang sering digaungkan Washington, suara Jiang Xueqin hadir sebagai peringatan keras: bahwa ada ‘perangkap maut’ yang siap melumpuhkan kekuatan Barat jika mereka terus memaksakan agenda militernya di Timur Tengah.






























































































Beri Komentar