“Saya mendengar kabar bahwa Bapak Mojtaba Khamenei terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, beliau selamat dan sehat,” tulisnya.
Meski menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut aman, ia tidak secara langsung membantah laporan bahwa Mojtaba Khamenei memang mengalami luka akibat serangan.
Sosok yang Lama Berada di Balik Layar Kekuasaan
Selama bertahun-tahun, Mojtaba Khamenei dikenal sebagai figur yang berpengaruh di balik layar kekuasaan Iran.
Ia lama menjalankan berbagai urusan penting di kantor ayahnya, sehingga memiliki jaringan kuat di kalangan elite Politik dan militer Iran.
Sejumlah sumber di Iran juga menyebut bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memainkan peran penting dalam mendorong pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut.
Sejak perang dimulai, pengaruh IRGC disebut semakin kuat dalam struktur kekuasaan Iran.
Ancaman Israel terhadap Pemimpin Iran
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya menegaskan bahwa siapa pun pemimpin Iran yang melanjutkan kebijakan konfrontatif terhadap Israel akan menjadi target.
“Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk melanjutkan rencana menghancurkan Israel akan menjadi target eliminasi,” kata Katz dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih berpotensi terus meningkat.
Bagi Mojtaba Khamenei, perang ini bukan hanya pertarungan geopolitik besar, tetapi juga tragedi pribadi yang telah merenggut sebagian besar keluarganya pada hari pertama konflik.
Iran Jadi Negara Benteng
Sejumlah pengamat dan analis menyebutkan sangat mudah melihat arah kebijakan luar negeri Iran di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei, khususnya dalam menghadapi eskalasi konflik yang sedang berlangsung.
Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi di tengah perang yang sedang berlangsung menandai perubahan struktural dan ideologis yang signifikan dalam kebijakan luar negeri Iran.
Berbeda dengan ayahnya yang seringkali menyeimbangkan faksi teknokrat dan faksi garis keras, Mojtaba dianggap memiliki kedekatan organisasional dan ideologis yang sangat kuat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Kebijakan luar negeri Iran diprediksi akan menjadi jauh lebih militeristik dan kurang terbuka terhadap jalur diplomasi tradisional yang dipandang “lemah” oleh faksi garis keras.
Peningkatan peran IRGC dalam menentukan arah kebijakan luar negeri, menjadikannya kebijakan yang berbasis pada proyeksi kekuatan militer (power projection).



















































































































Komentar Terbaru