BANDA ACEH — Di tengah kecamuk perang yang mengguncang Timur Tengah, sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei (56), menjadi sorotan dunia.
Selain memikul beban memimpin bangsa di masa krisis, ia dikabarkan tengah berjuang memulihkan diri dari cedera kaki yang dialaminya saat serangan perdana Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.
Serangan awal tersebut tidak hanya melukai dirinya, tetapi juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk ayahnya Ali Khamenei yang saat itu masih menjabat sebagai pemimpin tertinggi.
Laporan mengenai luka yang dialami Mojtaba Khamenei pertama kali diungkap oleh The New York Times yang mengutip sejumlah pejabat Iran dan Israel.
Menurut laporan itu, Mojtaba Khamenei terluka ketika gelombang pertama serangan militer menghantam Iran pada hari pertama perang.
Serangan Hari Pertama yang Mengubah Segalanya
Serangan awal tersebut menjadi momen paling menentukan dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Dalam serangan itu, selain menewaskan Ali Khamenei, beberapa anggota keluarga dekat Mojtaba Khamenei juga dilaporkan ikut menjadi korban.
Di antara korban yang disebutkan adalah ibunya, istrinya, serta seorang anaknya.
Peristiwa tragis itu menjadikan Mojtaba Khamenei bukan hanya seorang pemimpin baru Iran, tetapi juga sosok yang mengalami kehilangan besar dalam hari pertama perang.
Mojtaba Khamenei sendiri disebut mengalami luka di bagian kaki akibat serangan tersebut.
Cedera itu diduga menjadi salah satu alasan mengapa ia belum tampil di hadapan publik sejak diumumkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, Minggu (8/3/2026).
Belum Muncul di Publik Sejak Penunjukan
Hingga lebih dari 48 jam setelah pengangkatannya, Mojtaba Khamenei belum memberikan pernyataan resmi maupun tampil di depan publik.
Kondisi ini memicu spekulasi mengenai kesehatannya serta lokasi keberadaannya di tengah situasi perang yang terus memanas.
Media pemerintah Iran bahkan menyebutnya sebagai “janbaz”, istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang terluka akibat serangan musuh.
Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai tingkat keparahan luka yang dialami oleh pemimpin baru Iran tersebut.
Pemerintah Iran: Mojtaba Khamenei Aman
Di tengah berbagai spekulasi, penasihat pemerintah Iran sekaligus putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yakni Yousef Pezeshkian, menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei berada dalam kondisi aman.
Melalui unggahan di saluran Telegram miliknya, Yousef Pezeshkian mengatakan bahwa ia telah menanyakan kabar Mojtaba Khamenei kepada sejumlah pihak yang memiliki akses langsung.


















































































































Komentar Terbaru