UPDATE

OPINI
OPINI

Tertahan di Hormuz: Keterlambatan Diplomasi dan Ujian Politik Bebas Aktif Indonesia

Prabowo sedang bermain catur dan baru mengangkat bidaknya setelah lawan sudah tiga langkah di depan. Sambil tetap mempertahankan posisi netral Indonesia di antara dua kekuatan besar. 

Ke depan, pola diplomasi multi-jalur ini kemungkinan akan menjadi standar baru Indonesia. Bukan lagi mengandalkan satu saluran diplomatik, melainkan kombinasi intelijen, ekonomi dan koalisi regional. Bebas aktif bukan sekadar doktrin, ia adalah jaringan yang harus dirawat setiap hari. 

Hormuz berikutnya tidak akan menunggu Indonesia siap. Dan ketika ia datang, Beijing mungkin tidak selalu ada di seberang telepon. Ujian berikutnya, dengan taruhan lebih besar, pasti akan datang. Pertanyaannya apakah Indonesia akan terus menunggu langkah lawan, atau akhirnya belajar untuk bergerak lebih dulu?

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.