Pemerintah mengakui tekanan subsidi energi bisa mencapai Rp90–100 triliun untuk solar dan LPG 3 kg, meski masih dalam batas aman. Defisit APBN berpotensi melebar dari target 2,68% menjadi hingga 2,9% dari PDB, dengan saldo anggaran lebih (SAL) Rp420 triliun sebagai bantalan sementara.
Pada akhirnya, jika konflik di Timur Tengah berlarut-larut dan harga minyak dunia tetap tinggi dalam 6–12 bulan ke depan, pemerintah kemungkinan besar harus menaikkan harga BBM secara bertahap, disertai bantalan sosial bagi kelompok rentan. Untuk saat ini, kombinasi penahanan harga, penghematan energi, dan pembatasan konsumsi menjadi pilihan utama untuk meredam dampak langsung dari krisis energi global yang dipicu perang di Timur Tengah.
































































































Beri Komentar