UPDATE

TIMUR TENGAHINTERNASIONAL

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh: Lautan Darah di Libanon, Selat Hormuz Kembali Diblokade

Ia menegaskan bahwa jika Iran tidak segera membuka kembali selat tersebut, AS tidak akan lagi mematuhi ketentuan gencatan senjata.

“Presiden sangat jelas: kesepakatan ini adalah timbal balik. Jika mereka tidak memenuhi bagian mereka, akan ada konsekuensi serius,” ujar Vance.

Eskalasi Militer di Kawasan

Situasi semakin keruh dengan adanya laporan serangan balasan:

Fasilitas Minyak: Kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, dilaporkan terkena serangan.

Serangan Drone: Kuwait mencegat 28 drone yang menargetkan infrastruktur vital, sementara Arab Saudi menjatuhkan 9 drone Iran.

Ultimatum IRGC

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan mereka sedang menyiapkan balasan yang akan membuat menyesal terhadap Israel dan memperingatkan AS untuk segera menghentikan agresi di Libanon.

Kini, nasib perdamaian bergantung pada pembicaraan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada hari Jumat (10/4/2026).

Namun, dengan moncong senjata yang masih panas di Beirut dan blokade di Selat Hormuz, jalur diplomasi tampak semakin sempit.

Pertemuan di Islamabad pada 10 April menjadi titik krusial. Iran bahkan mengancam tidak akan hadir jika:

Serangan di Lebanon tidak dihentikan

Selat Hormuz tidak diakui dalam kendalinya

Di sisi lain, AS bersikeras kedua isu tersebut bukan bagian dari kesepakatan utama.

Dengan perbedaan tajam ini, masa depan gencatan senjata masih penuh ketidakpastian, antara peluang damai atau kembali ke konflik terbuka

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.