April 2026: Jejak yang Tertinggal di Dashboard Monitoring
Saya cek ke dashboard monitoring Inaproc. Ternyata angka Rp1,27 Triliun (akumulasi dua paket tadi) masih nangkring di kolom “Belum Terealisasi”.
Ini kontradiksi total! Di SPSE dibilang “Selesai”, tapi di dashboard pengawasan dibilang “Belum Terealisasi”.
FYI: Data realisasi RUP di BGN 2025 nilai totalnya Rp6,3 triliun. Berdasarkan jenis pengadaannya, yang terbesar adalah untuk Jasa Lainnya yakni Rp4,53 triliun.
Saya kira perkaranya terang benderang: Mengapa proyek IT triliunan untuk 5.000 lokasi dan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional dilakukan dengan Penunjukan Langsung? Apa justifikasi daruratnya?
Siapa vendor di balik tab kosong itu? Untuk proyek bernilai triliunan rupiah, mengapa identitas vendornya justru disembunyikan, padahal statusnya sudah selesai — berbeda dengan paket Rp20 jutaan yang nama vendornya dipampang jelas?
Jika status sudah “Selesai” per 31 Desember tapi realisasi tercatat “Rp0”, apakah ini trik administratif agar anggaran tidak hangus (SiLPA)?
Kalau nanti ada yang ngeles “itu cuma masalah sinkronisasi sistem”, apakah sinkronisasi data semudah itu butuh waktu sampai empat bulan? Dan apa hubungannya sinkronisasi sistem keuangan dengan dihapusnya nama vendor di portal publik?
Transparansi bukan pilihan, itu kewajiban. Uang rakyat Rp1,26 triliun bukan angka receh untuk dikelola secara gaib.
Supaya APBN tidak semakin berdarah, harusnya distop dulu seluruh belanja pengadaan di BGN (Tahun 2026, pagu belanja pengadaan BGN Rp260,8 triliun) sampai semua dugaan skandal tahun 2025 itu diusut dan — jika perlu — lembaganya dibubarkan.
Terakhir, saya kutipkan salah satu kalimat presiden Anda yang diucapkan berapi-api pada tahun lalu:
“Hai kalian-kalian yang di dalam lembaga-lembaga pemerintah, kalian digaji oleh rakyat, saya katakan hentikan korupsimu, hentikan! Kalian mencuri uang rakyat. Hentikan! Dan saya minta dihentikan secepat-cepatnya!”
Mantan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
















































































































Komentar Terbaru