UPDATE

NASIONAL

Karhutla Terus Berulang, Kursi Jumhur Hidayat dan Raja Juli Digoyang

BANDA ACEH – Desakan perombakan atau reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto menguat. Aliansi Mahasiswa Merdeka meminta Presiden mengevaluasi sekaligus mengganti Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang menjadi salah satu sorotan utama dalam tuntutan tersebut.

Desakan itu disampaikan menyusul aksi mahasiswa dan masyarakat sipil di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Aksi tersebut mengangkat sejumlah persoalan, mulai dari krisis ekologis, kebijakan ekonomi, pendidikan, penegakan hukum, hingga perlindungan kebebasan sipil.

Aliansi Mahasiswa Merdeka menilai evaluasi terhadap jajaran kabinet perlu menjadi bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan. Mereka meminta Presiden tidak berhenti pada evaluasi administratif, tetapi mempertimbangkan pergantian pejabat apabila kinerja kementerian tidak memenuhi tanggung jawab yang diharapkan masyarakat.

Dalam tuntutan tertulisnya, aliansi secara khusus menyebut nama Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai pejabat yang perlu dievaluasi untuk diganti.

Karhutla Berulang, Pencegahan dan Penegakan Hukum Disorot

Karhutla menjadi persoalan serius karena dampaknya tidak hanya merusak kawasan hutan dan lahan, tetapi juga mengancam ekosistem, mengganggu aktivitas masyarakat, serta berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan kerugian ekonomi.

Kebakaran yang berulang juga menempatkan upaya pencegahan, pengawasan kawasan rawan, deteksi dini, dan kesiapsiagaan sebagai bagian penting dari tanggung jawab pemerintah. Penanganan tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan memadamkan api setelah kebakaran terjadi, tetapi juga dari efektivitas mencegah kebakaran meluas.

Aliansi Mahasiswa Merdeka mendesak agar persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi serius terhadap kementerian yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Menurut tuntutan aliansi, pemerintah perlu memastikan pengawasan terhadap kawasan hutan dan lahan berjalan efektif, termasuk terhadap wilayah konsesi perusahaan yang memiliki kewajiban melakukan pencegahan serta pengendalian kebakaran.

Penegakan hukum juga menjadi perhatian. Perusahaan atau pihak lain yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum, sedangkan kewajiban pemulihan lingkungan perlu diawasi hingga benar-benar dilaksanakan.

Publik juga berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai pihak yang bertanggung jawab, proses penanganan perkara, sanksi yang dijatuhkan, serta perkembangan pemulihan kawasan terdampak.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.