Penampilannya di depan kamera wartawan dalam sepekan belakangan selalu mengenakan masker saat dalam penguasaan aparat penegak hukum.
Berdasarkan catatan pemberitaan Kompas.com, Don Ritto adalah seorang advokat dan menjadi tersangka dari pihak swasta di kasus korupsi itu.
Don Ritto punya nama sapaan Idon.
Dia adalah adik kelas Febrie Adriansyah di perguruan tinggi.
“Sekitar 2023, Don Ritto meminta izin kepada pemilik untuk menggunakan rumah di Sentul sebagai back up operasional kantor yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam,” kata Handika.
Dia menyebut sudah ada 700 santri dari Papua dan Maluku yang menjadi santri di Banten yang diurus oleh yayasan Don Ritto.
“Ke depan, ada rencana dari berbagai pihak untuk membangun pesantren yang besar, masjid-masjid, dan fasilitas pendukung, baik di Papua, Maluku, serta di NTT,” ujar Handika sebelum menjelaskan soal emas dan uang di rumah Sentul.
3. Simpan emas di rumah Sentul
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan emas yang ditemukan di rumah Sentul itu seberat 74 kilogram.
Uang dalam pelbagai mata uang yang ditemukan di rumah itu setara Rp 476 miliar.
Emas batangan dan uang itu disimpan dalam koper-koper di brankas dalam rumah Sentul, rumah yang sempat diakui Febrie sebagai rumah pribadinya sejak lama.
Namun soal renovasi rumah sedemikian rupa sehingga bisa dipakai untuk menyimpan uang, Hotman menyatakan itu di luar pengetahuan Febrie.
“Karena menyangkut rumah di Sentul itu kalau renovasi sejak 2022 sudah di bawah penguasaan Don Ritto, dan renovasi di dalam tidak diketahui oleh Pak Febrie,” kata Hotman.
Handika Honggowongso selaku pengacara Don Ritto mengatakan kliennya menyimpan harta dalam bentuk emas dan mata uang asing, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.
“Kenapa disimpan dalam bentuk emas? Kenapa disimpan dalam bentuk dolar Singapura? Kenapa disimpan dalam bentuk dolar Amerika? Pada saatnya kami akan jelaskan setelah pihak yang berkontribusi itu diperiksa oleh penyidik Jampidsus, disertai dengan semua bukti-bukti yang kuat,” kata Handika di Kejagung, tadi malam.
4. Sempat kelola restoran bareng Febrie
Don Ritto sempat mengelola restoran de’Clan di Cipete, Jakarta Selatan, yang digeledah polisi pada Rabu (8/7/2026).
Handika bilang, restoran itu sebelumnya dikelola Idon bersama Febrie. Namun kemudian restoran bangkrut, Febrie pun mundur.
Idon lalu mengambil alih sepenuhnya pengelolaan restoran dan mengganti namanya dengan “de’Clan Cafe & Restaurant” sampai sekarang.
“Iya, (pernah) waktu kerja sama lalu bangkrut, diserahkan ke Pak Idon (Don Ritto) semua, diganti namanya jadi de’Clan dan berkembang,” kata Handika saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (16/7/2026).
































































































